Andra Soni Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten Berdampak pada Kesejahteraan Warga

waktu baca 3 menit
Jumat, 4 Sep 2026 15:59 143 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN SERANG – (Suarabantennews.com) – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di Kantor Perwakilan BI Banten, Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (4/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Andra menyebut pertumbuhan ekonomi Banten pada Triwulan II 2026 mencapai 5,49 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Capaian ini menjadi modal optimisme yang harus kita jaga,” ujar Andra Soni.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus terus diarahkan agar mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi, memperkuat pelaku usaha, khususnya UMKM, serta mengembangkan berbagai sektor potensial di Banten.

Menurut Andra, tren pertumbuhan ekonomi Banten menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, ekonomi Banten tumbuh 4,79 persen, kemudian meningkat menjadi 5,37 persen pada 2025 dan kembali mencapai 5,49 persen pada Triwulan II 2026.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di Banten sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun. Angka tersebut melampaui target Rp119,5 triliun dan menempatkan Banten di posisi keempat secara nasional. Investasi tersebut juga disebut mampu menyerap sekitar 214 ribu tenaga kerja.

Sejumlah lapangan usaha turut mencatat pertumbuhan tinggi. Pada Triwulan I 2026, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 17,88 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 13,84 persen, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencapai 15,29 persen.

Andra menilai capaian tersebut perlu diikuti dengan kebijakan yang mampu memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kemitraan antara Pemprov Banten dan BI. Menurutnya, BI dapat memberikan dukungan melalui data, kajian, proyeksi, maupun perspektif kebijakan yang dapat digunakan pemerintah sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan.

“Hubungan kerja ini harus menjadi kemitraan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antarlembaga tidak cukup hanya dilakukan melalui koordinasi. Berbagai hasil kajian ekonomi harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang kemudian dijalankan bersama oleh perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Pengendalian inflasi dan ketersediaan pangan, penguatan UMKM, digitalisasi transaksi pemerintah daerah, peningkatan investasi hingga penciptaan lapangan kerja, kata Andra, harus berjalan dalam satu ekosistem ekonomi.

“Seluruhnya harus bergerak dalam satu ekosistem ekonomi Banten. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Banten,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Andra juga menyampaikan selamat kepada Sofwan Kurnia yang dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten menggantikan Ameriza M. Moesa yang mendapat tugas baru di Sumatera Utara.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengukuhkan Sofwan Kurnia dalam jabatan tersebut.

Sofwan mengatakan kondisi fundamental ekonomi Banten saat ini berada dalam kondisi solid. Pertumbuhan ekonomi Banten disebut konsisten berada di atas rata-rata nasional selama enam triwulan terakhir, sementara inflasi tetap terkendali dan prospek investasi dinilai positif.

Ia memastikan BI Banten akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Banten, termasuk dalam mengembangkan sektor potensial serta mencari peluang pembiayaan kreatif untuk mendukung proyek strategis daerah.

“Jadi, kalau dilihat dari sisi ekonomi, peluang, dan tantangan, Banten saat ini ekonominya cukup solid. Inflasinya terkendali, pertumbuhan ekonominya terus di atas nasional, dan investasinya dalam tiga tahun terakhir termasuk yang sangat prospektif sehingga Banten sangat menarik untuk menjadi destinasi investasi,” ujar Sofwan.

LAINNYA