KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang menjadi sasaran prioritas program pengendalian banjir menjelang musim hujan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengalokasikan anggaran Rp50 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung penanganan banjir, termasuk pembangunan infrastruktur dan normalisasi sungai.
Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang, Peri Ramdani, mengatakan, anggaran tersebut saat ini tengah direalisasikan untuk menjalankan program penanganan banjir di sejumlah titik.
“Untuk anggaran itu sedang kita realisasikan saat ini,” ujar Peri, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi pekerjaan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta berpotensi mengalami dampak banjir besar menjadi perhatian pemerintah daerah.
Adapun kecamatan yang masuk dalam prioritas penanganan meliputi Pasar Kemis, Kelapa Dua, Curug, dan Pagedangan.
“Yang prioritas tentu wilayah-wilayah yang masuk kategori perkotaan dan penduduknya sangat padat dan dampaknya sangat luar biasa,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa upaya mitigasi banjir dilakukan di seluruh wilayah kabupaten dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Artinya se-Kabupaten Tangerang, hanya memang ada skala prioritas yang memang langganan banjir,” kata Maesyal.
Maesyal mengatakan, penanganan banjir juga membutuhkan kerja sama lintas instansi, khususnya untuk mengatasi persoalan yang berkaitan dengan aliran sungai besar. Karena itu, Pemkab Tangerang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian, Cimanceri (BBWSC3) dari Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Provinsi Banten.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan banjir secara terpadu, sehingga upaya pengendalian tidak hanya berfokus pada saluran air di kawasan permukiman, tetapi juga memperhatikan kondisi aliran sungai.
“Kita sudah koordinasi dengan pihak BBWS dan pemerintah provinsi, sudah ada penanganan bareng-bareng dengan mereka,” ungkapnya.
Dengan anggaran Rp50 miliar yang tengah direalisasikan, Pemkab Tangerang berupaya mempercepat program pengendalian banjir sebelum curah hujan meningkat. Penanganan di wilayah prioritas diharapkan dapat mengurangi dampak genangan terhadap permukiman dan aktivitas warga.