Akses ke Pangkalan akan Ditutup, HNSI Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Nelayan

  • Whatsapp

CILEGON (SBN) — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon meminta pemerintah dan DPRD memfasilitasi persoalan penutupan akses jalan menuju Pangkalan Nelayan Tanjung Peni.

Sebelumnya, rencana penutupan oleh PT KIEC akan dilakukan pada 16 Juni 2021 lalu, tetapi pihak HNSI meminta agar tidak dilakukan dahulu dan muncul keputusan bahwa penutupan akan dilakukan pada 2 Juli 2021 akan datang.

Read More

Ketua HNSI Kota Cilegon Tatang Tarmizi mengatakan, dirinya membawa persoalan tersebut ke ranah Pemerintah dan DPRD hanya untuk meminta hak-hak kehidupan nelayan yang telah ada sebelumnya tetap diperhatikan.

“Tidak ada tujuan bagi kami untuk menghalangi investasi atau membuat kegaduhan karena membawa persoalan tersebut ke ranah pemerintah dan DPRD, melainkan hanya ingin meminta kepentingan kehidupan nelayan tetap diperhatikan, khususnya akses menuju Pangkalan Tanjung Peni.” ujar Tatang, Kamis 24 Juni 2021.

Terungkap dari rapat dengar pendapat yang disampaikan oleh perwakilan PT KIEC bahwa, lahan tersebut adalah milik tenant (penyewa lahan) PT KIEC yakni PT Cabot.

Dengan alasan lahan tersebut akan digunakan oleh PT Cabot, PT KIEC selaku pemilik lahan melakukan penutupan jalan tersebut untuk kepentingan penyewanya.

Dengan demikian, hasil dengar pendapat antara Komisi II, Dinas Ketahanan Pangan, HNSI dan beberapa perwakilan industri seperti PT KIEC, PT Lotte dan PT PCM tidak membuahkan hasil.

Namun, hasil sementara dari rapat tersebut adalah besok (Jumat) seluruh pihak, Komisi II, Dinas Ketahanan Pangan, HNSI dan Perwakilan HNSI bersama-sama akan meninjau lahan tersebut dan diharapkan ada titik temu. (Wawan)

Wartawan

Related posts