Kapolda Minta Maaf Secara Langsung, Pemulihan Kesehatan Ditanggung Penuh

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Kabupaten Tangerang, Berita Kabupaten Tangerang Terbaru, Berita Kabupaten Tangerang Hari Ini: Kapolda Minta Maaf Secara Langsung, Pemulihan Kesehatan Ditanggung Penuh
Sumber: portallebak.pikiran-rakyat.com

KABUPATEN TANGERANG (SBN) — Insiden kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang personel oknum polisi Satuan Brimob Polresta Tangerang yang berinisial Brigadir NP, terhadap seorang mahasiswa berinisial MFA saat pengamanan unjuk rasa di depan Gedung Pemkab Tangerang, Tigaraksa memasuki babak baru.

Sebelumnya, MFA dilaporkan kejang-kejang dan pingsan, usai dibanting polisi oleh NP. Video aksi pembantingan mahaisiswa itu terekam kamera dan beredar luas hingga menjadi viral.

Read More

Insiden itu mendapat respon langsung dari
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto. Kapolda pun langsung menuju Mapolresta Tangerang, untuk menemui si korban.

Ia meminta maaf secara langsung kepada saudara MFA dan orang tuanya, atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural.

“Kapolda Banten meminta maaf secara langsung kepada sdr.MFA dan orangtuanya atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural dan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur pengamanan aksi unjuk rasa,” begitu tulis unggahan Instagram Humaspoldabanten, Rabu, 13 Oktober 2021.

Kapolda mengaku akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur pengamanan aksi unjuk rasa.

Pelaku pembantingan, Brigadir NP juga  meminta maaf secara langsung kepada saudara MFA dan orang tuanya, atas tindakan yang dilakukannya pada saat pengamanan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang.

Brigadir NP juga berterima kasih atas kebesaran hati si korban MFA dan orang tuanya yang membukakan pintu maaf, terhadap dirinya.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro juga sudah membawa korban MFA ke Rumah Sakit terdekat, untuk memastikan kondisi kesehatan. MFA ditangani langsung oleh dr. Florentina.

“Hasil penangan media, dengan hasil kesadaran composmentis (sadar penuh), riksa fisik baik, dan suhu badan normal, kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan kesehatan MFA,” ujar Wahyu kepada awak media, di Mapolresta Tangerang.

Korban MFA sendiri memastikan bila dirinya telah dalam kondisi sehat.

“Nama saya Faris, saya enggak mati, masih hidup. Cuma agak sedikit pegel-pegel saja,” tutupnya. (Haris/zie)

Wartawan

Related posts