Banjir di Kampung Gaga Berbulan-bulan, Pemkab Tangerang Dirikan Dapur Umum

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Hari Ini, Berita Banten Terbaru, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tangerang Hari Ini, Kabupaten Tangerang Terbaru, Peristiwa, Peristiwa Hari Ini, Peristiwa Terbaru, Berita Viral, Berita Viral Hari Ini, Berita Viral Terbaru: Banjir di Kampung Gaga Berbulan-bulan, Pemkab Tangerang Dirikan Dapur Umum

KABUPATEN TANGERANG (SBN) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akhirnya membuat dapur umum dan posko kesehatan di wilayah banjir Kampung Gaga, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga.

“Hari ini kami membuat posko layanan kesehatan dan dapur umum untuk melayani warga yang terdampak banjir rob di Kp. Gaga Desa Tanjung Pasir,” kata Abdul Munir, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Rabu (16/2/2022) yang dikutip dari laman Website https://tangerangkab.go.id/.

Read More

Dia mengatakan, untuk pelayanan kesehatan, tim dari Puskesmas Tegal Angus Kecamatan Teluknaga membuka pos kesehatan di sekitar Balai Desa Tanjung Pasir.

“Pos kesehatan ini mengobati penyakit kulit dan gatal-gatal yang dirasakan warga terdampak banjir,” katanya.

Untuk dapur umum, dibangun di sekitar pos kesehatan, kerjasama antara Dinas Sosial, BPBD dan Kecamatan Teluknaga serta para relawan yang tangani banjir.

“BPBD Kabupaten Tangerang telah memberikan bantuan logistik untuk keperluan dapur umum seperti sarden 50 kaleng, air mineral gelas 400 dus, susu 144 kaleng dan kecap 48 botol, dan juga alat kesehatan untuk pencegahan virus corona,” ujarnya.

Munir mengatakan, saat ini sebanyak 200 kepala keluarga di kampung itu masih terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter. Banjir sudah terjadi sejak Desember 2021 dan tidak kunjung surut.

Menurut Munir, untuk mengatasi banjir Kampung Gaga, Pemkab Tangerang telah melaksanakan rapat mitigasi bencana yang dilaksanakan pada 11 Februari 2022 yang lalu.

Dari hasil rapat tersebut, akan dibangun tandon air sebagai solusi penanganan banjir. Banjir di Kampung Gaga disebabkan kenaikan air laut yang mengakibatkan lebih kurang 200 kepala keluarga terendam air.

“Rencana lahan yang akan digunakan sebagai tendon air adalah milik swasta, karena itu kita menunggu keputusan pimpinan swasta pemilik lahan. Sedangkan, pihak Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang akan melakukan survei ulang untuk menentukan sekaligus pemetaan lokasi tandon air,” kata Munir. (Ls)

Wartawan

Related posts