953 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Tangerang Gagal Disuntik Vaksin

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Kabupaten Tangerang, Berita Kabupaten Tangerang Terbaru, Berita Kabupaten Tangerang Hari Ini, Vaksinasi Covid-19, Vaksinasi Tenaga Kesehatan, 953 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Tangerang Gagal Disuntik Vaksin
Ilustrasi: penyutikan vaksin covid-19 di Puskesmas Tigaraksa (Restu Bambang/SuaraBantenNews)

KABUPATEN TANGERANG (SBN) — Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyebutkan ada 953 tenaga kesehatan di Kabupaten Tangerang yang gagal divaksin covid-19 Sinovac. Pada vaksinasi dosis kedua yang masih berlanjut saat ini saja dikabarkan 7 orang gagal mendapat layanan vaksin.

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Muchlis mengatakan, sasaran vaksin bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tangerang sebanyak 10.221 orang. Namun, seiring dengan program vaksinasi di Kabupaten Tangerang, ada 10.751 tenaga kesehatan yang mendapat layanan vaksin, baik untuk dosis pertama maupun kedua.

Read More

Berita Banten, Berita Banten Terbaru, Berita Banten Hari Ini, Berita Kabupaten Tangerang, Berita Kabupaten Tangerang Terbaru, Berita Kabupaten Tangerang Hari Ini, Vaksinasi Covid-19, Vaksinasi Tenaga Kesehatan, 953 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Tangerang Gagal Disuntik Vaksin
Ilustrasi: penyutikan vaksin covid-19 di Puskesmas Tigaraksa (Restu Bambang/SuaraBantenNews)

“Pada realisasinya, cakupan lebih dari 100 persen. Berdasarkan data yang dihimpun, vaksinasi bagi nakes di Kabupaten Tangerang tembus hingga 101,22 persen,” ujarnya kepada SuaraBantenNews, Kamis, 11 Februari 2021.

Ia menjelaskan, cakupan vaksinasi bagi nakes di Kabupaten Tangerang lebih tinggi dibandingkan dengan kota/kabupaten se-Provinsi Banten karena dalam realisasinya melebihi sasaran. Muchlis mengatakan, adanya tambahan itu disebabkan ada nakes yang memiliki KTP DKI Jakarta dan berdinas di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, hal demikian dianggap bukan masalah karena saat vaksinasi berlangsung para petugas pun melihat NIK yang tertera pada nakes tersebut.

“Jadi, kalau sudah disuntik di tempat lain kan gak bisa disuntik lagi karena sudah masuk data,” tuturnya.

Di tingkat nasional, lanjutnya, cakupan vaksinasi masih 50 persen. Berbeda dengan Kabupaten Tangerang yang cakupannya telah mencapai lebih dari 100 persen.

Muchlis mengungkapkan, nakes di Kabupaten Tangerang yang tidak mendapatkan layanan vaksin ada 953 orang, di antaranya penyintas, ibu hamil, dan menderita homorbit atau memiliki penyakit yang tidak diperkenankan untuk disuntik.

“7 orang nakes tidak mendapatkan vaksin dosis kedua karena usai disuntik dosis pertama muncul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang bisa berupa alergi, bisa orang yang diketahui positif setelah divaksin,” jelasnya.

Selain itu, kata Muchlis, terdapat juga 587 nakes yang masuk kategori Tunda saat hendak divaksin. Mereka ditunda karena saat pemeriksaan mengalami gejala batuk, panas, pilek, demam, tensi darah tinggi, atau lainnya.

“Meski ditunda, mereka tetap divaksin. Petugas vaksin biasanya menyiapkan pemberian vaksin di lain waktu,” tutupnya. (Restu/Atm)

Wartawan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *