Baliho Saja Tak Cukup, Warga Pertanyakan Sosok dan Prestasi Bacalon Bupati Tangerang

Rikhi Ferdian Herisetiana
16 Mei 2024 15:39
2 menit membaca

SuaraBantenNews.Com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tangerang 2024 baliho bergambar wajah bakal calon Bupati Tangerang banyak terpasang di tepi jalan.

Pada baliho tersebut terpampang wajah tokoh-tokoh penting di Kabupaten Tangerang mulai dari birokrat, politikus, hingga pimpinan salah satu ormas.

Dari pantauan, baliho yang paling banyak ditemui khususnya di wilayah Tigaraksa yakni spanduk bergambar wajah Seretaris Daerah Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid dan ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang Mad Romli.

Menguat kabar keduanya bakal bertarung sengit di Pilkada 2024 memperebutkan kursi Bupati Tangerang.

Namun di beberapa titik ada juga baliho bakal calon Bupati Tangerang lainnya seperti Iskandar Mirsyad yang mantan Sekda Kabupaten Tangerang dan ketua Ormas Pemuda Pancasila Zulkarnain.

Akan tetapi di sisi lain, Mochamad Lutfi (32), salah seorang warga Tigaraksa mengaku tidak banyak mengetahui para calon Bupati tersebut.

Bahkan menurutnya hampir semua wajah yang terpasang di baliho tidak ia kenal.

“Kalo soal pasang baliho itu wajar suasana semarak menjelang pemilihan Bupati jadi terasa. Tapi banyak yang saya nggak kenal siapa dan sebagai apa dia. Apalagi yang masih awam pasti nggak ada yang kenal,” ujarnya Kamis 16 Mei 2024.

Warga lainnya, Ashari (46), berpendapat bahwa kenal wajah melalui spanduk saja tidak cukup untuk menilai siapa yang layak memimpin Kabupaten Tangerang.

Ashari yang seorang pengajar di universitas swasta ini mengatakan jika masyarakat juga perlu tahu profil dan prestasinya.

“Tapi memang sepertinya ini baru permulaan yah. Tebar pesona istilahnya. Tapi ya masyarakat juga harus kenal, saya rasa perlu tau juga punya prestasi apa, pengalamannya seperti apa. Siapa sih mereka ini, bisa berbuat apa untuk kami? Kira-kira begitu,” tuturnya.

Namun demikian ia berharap siapa pun yang menang nantinya bisa membawa kemajuan bagi Kabupaten Tangerang.

Karena menurutnya saat ini masih banyak persoalan di Kabupaten Tangerang yang mesti diselesaikan, seperti masalah banjir, angka pengangguran, upah murah, hingga masalah kemiskinan.

“Di sini saja (Munjul) ada itu satu keluarga tinggalnya ngontrak, orangtuanya sakit-sakitan dan ODGJ pula. Anaknya kerja serabutan, kasihan lah pokoknya. Mereka warga Kabupaten Tangerang tapi tidak tersentuh oleh pemerintah daerah. Ini cuma soal kemiskinannya saja yah belum masalah-masalah sosial lainnya,” tandasnya.