Cek Kesehatan Gratis di Banten Tembus 6,6 Juta Peserta, Kabupaten Tangerang Layani 1,7 Juta Warga

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 18:54 122 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten terus diperluas. Hingga saat ini, layanan tersebut telah dimanfaatkan sekitar 6,6 juta warga dari total 12,9 juta penduduk Banten.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendorong masyarakat lebih aktif mengetahui kondisi kesehatannya. Pemeriksaan dilakukan secara gratis sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi penyakit sejak dini.

Andra menyebut dirinya secara rutin memantau langsung pelaksanaan CKG di berbagai kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut dilakukan setiap Senin dan Kamis dengan mendatangi sejumlah daerah bersama kepala daerah masing-masing.

Dalam pemeriksaan CKG, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan, di antaranya pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, keluhan kesehatan serta kondisi paru-paru.

Khusus pemeriksaan paru-paru, Andra menilai layanan tersebut memiliki peranan penting dalam menemukan kasus tuberkulosis (TBC) lebih awal.

“Temuan penyakit di lapangan masih didominasi oleh potensi diabetes dan tekanan darah tinggi. Obatnya juga sudah kami siapkan untuk tindak lanjut,” papar Andra saat meninjau pelaksanaan CKG di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).

Dari total 12,9 juta penduduk Banten, sekitar separuhnya kini telah mengikuti pemeriksaan melalui program tersebut. Andra menilai angka itu menunjukkan adanya perkembangan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.

“Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya. Ini menunjukkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” jelasnya.

Pemprov Banten juga mengiringi program pemeriksaan tersebut dengan penguatan penanganan TBC melalui gerakan TOS atau Temukan, Obati, Sampai Sembuh.

Andra mengingatkan warga yang mendapatkan diagnosis TBC agar tidak merasa takut maupun menghindari pengobatan. Pasien diminta segera menjalani terapi hingga selesai agar dapat mencapai kesembuhan sekaligus mencegah penularan.

Sementara itu, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengungkapkan pelaksanaan CKG di Kabupaten Tangerang telah mencapai 1,7 juta orang.

Jumlah tersebut setara dengan 100,7 persen dari target sekitar 1,6 juta jiwa yang ditetapkan sebelumnya.

Menurut Maesyal, capaian tersebut tidak terlepas dari pola pelayanan jemput bola yang dilakukan pemerintah. Tenaga kesehatan memberikan pelayanan melalui berbagai fasilitas, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga lingkungan sekolah.

Upaya menemukan kasus TBC di Kabupaten Tangerang juga diperkuat dengan menempatkan 28 tenaga kesehatan yang memiliki fokus pada pelayanan paru-paru. Sementara itu, terdapat 48 tenaga kesehatan lainnya yang menangani layanan CKG secara umum.

“Kami terus bergerak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam cek kesehatan gratis ini. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan masyarakat yang sehat,” ungkapnya.

Di tengah capaian tersebut, program CKG juga memberikan kesempatan kepada warga yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan.

Salah satunya Fajar Nurhuda (51), warga Kampung Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Ia memanfaatkan layanan CKG setelah sekitar tiga tahun tidak menjalani pemeriksaan kesehatan.

Fajar mengatakan dirinya pernah menjalani perawatan akibat penyakit ginjal pada Mei 2023. Namun, setelah menjalani pengobatan tersebut, ia tidak kembali melakukan pemeriksaan secara rutin.

Adanya layanan kesehatan gratis membuatnya memilih kembali memeriksakan kondisi tubuhnya. Menurut Fajar, pemeriksaan itu penting untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan kesehatan sejak awal.

“Saya pernah dirawat karena sakit ginjal pada Mei 2023 dan setelah itu tidak pernah periksa lagi. Mumpung ada pemeriksaan gratis, saya periksa semuanya untuk pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Warga lainnya, Neneng (56), juga memanfaatkan CKG untuk pertama kalinya menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Setelah diperiksa tenaga medis, Neneng mengetahui kondisi darahnya normal. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterolnya tinggi dan terdapat gangguan pada lambung. Ia pun langsung mendapatkan obat dari petugas kesehatan.

“Kata dokter darah saya normal, cuma kolesterol tinggi dan ada masalah di lambung. Alhamdulillah karena gratis, saya langsung dikasih obat. Sekarang saya jadi tahu kondisi kesehatan saya,” jelas Neneng.

LAINNYA