Warga Tinggal di Gubuk Reot, Kades Pasir Nangka Harapkan Perubahan Regulasi Gebrak Pakumis

  • Whatsapp
PWI-KAB

TANGERANG – Rizka Alhaetami seorang pemuda sebatang kara tinggal di gubuk reot di Kampung Kadongdong RT 02/04, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Pemuda 21 tahun itu sudah tak sanggup lagi untuk merawat dan memperbaikinya, karena selama ini penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Ia pun sudah meminta bantuan kepada pemerintah daerah melalui Pemerintah Desa Pasir Nangka, namun sudah satu tahun lebih rumah reotnya itu tidak kunjung diperbaiki.

Read More

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Pasir Nangka, Syahroni, terkait pengajuan bantuan yang dilayangkan Rizka kepada pemerintah daerah melalui desa. Namun, ia mengaku bahwa pihak desa hanya bisa menyampaikan dan tidak bisa memberikan keputusan apapun dengan masalah tersebut.

“Iya benar Alhaetami sudah mengajukan bantuan melalui kita. Kita juga sudah melakukan foto dan survey. Saat ini sudah diajukan juga berkasnya, namun kami tak punya wewenang dengan program Gebrak Pakumis,” kata Syahroni kepada Suarabantennews, Selasa (16/10/2018).

Baca Juga : Sedih, Kisah Rizka Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reot di Tigaraksa

Menurutnya, yang membuat bantuan ini lamban bahwa ada beberapa prosedur. Karena, regulasi dalam program Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Atasi Permukiman Kumuh dan Miskin) itu minimal satu RW ada 10 rumah yang dikategorikan tidak mampu atau miskin, sementara di RW 04 masi kurang dari 10 rumah.

“Tertundanya bantuan hingga satu tahun karena regulasi dalam program Gebrak Pakumis itu minimal satu RW ada 10 rumah kategori miskin, sementara RW04 gak sampe segitu,” ucapanya.

Ia berharap akan ada perubahan regulasi program Gebrak Pakumis yang tadinya satu RW minimal 10 rumah, menjadi satu RW minimal 5 rumah agar proses bantuan berjalan dengan lancar, cepat dan pemohon tidak terlalu lama untuk menunggu.

“Ya semoga ada perubahan regulasi program, yang tadinya satu RW 10 rumah menjadi 5 rumah, atau satu RT 1 rumah, biar gak kelamaan nunggu,” tandasnya.(zie)

Penulis : Alfian Herianto

Wartawan

BANK BANTEN

Related posts

PWI-KAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *