KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Seorang perempuan lanjut usia berinisial EW (60) ditemukan bersimbah darah di sebuah kebun kosong di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (17/9/2026).
Korban diduga menjadi korban penganiayaan yang berujung pada kematian dan diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, seorang pria berinisial EW (41).
Kondisi korban saat ditemukan terekam dalam video amatir yang beredar. Dalam rekaman tersebut, korban tampak tergeletak di area kebun kosong milik warga dengan tubuh bersimbah darah.
Korban terlihat mengenakan daster bermotif dan tidak bergerak ketika kamera merekam dari jarak cukup jauh.
Meski demikian, saat pertama kali ditemukan warga, korban disebut masih dalam kondisi hidup.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan warga yang menemukan korban kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kelapa Dua.
Petugas kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan.
“Untuk mayat ditemukan oleh warga. Kemudian warga melaporkan kepada Polsek Kelapa Dua, di mana ditemukannya belum meninggal dunia,” tuturnya.
Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada bagian kepala korban. Luka tersebut terdapat di bagian depan maupun belakang kepala.
Polisi menduga luka itu disebabkan hantaman benda tumpul. Salah satu benda yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut yakni palu.
“Jadi ditemukan beberapa luka ada di kepala, dan kepala belakang dan depan. Dugaannya luka benda tumpul menggunakan palu,” ucap Wira.
Usai menerima laporan, polisi langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari proses pemeriksaan tersebut, petugas juga menemukan sebuah benda yang diduga berkaitan dengan aksi penganiayaan terhadap korban.
Polisi kemudian mengarah pada seorang pria berinisial EW (41), yang diketahui merupakan anak kandung korban.
Terduga pelaku selanjutnya diamankan oleh petugas di sekitar lokasi kejadian. Wira mengatakan pria tersebut tidak sempat melarikan diri lantaran polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi setelah tiba di lokasi.
“Untuk terduga pelaku langsung diamankan di lokasi karena pada saat di lokasi langsung kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Wira.
Kecurigaan polisi terhadap EW semakin menguat setelah petugas menemukan adanya luka pada bagian tangannya.
“Kita curigai dikarenakan ada luka di tangannya. Setelah kita lakukan pemeriksaan mendalam, ternyata yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut,” tambahnya.
Kendati demikian, polisi hingga kini belum membeberkan motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut.
Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk mencari tahu alasan di balik tindakan yang diduga dilakukan EW terhadap ibu kandungnya.
“Untuk motif dan lain-lain kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan. Sesegera mungkin kita akan laporkan kepada rekan-rekan semua,” paparnya.