Pemkot Tangsel Libatkan Puluhan Rumah Sakit demi Layanan Kesehatan PORPROV Banten 2026 

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Sep 2026 15:45 13 Reporter | Ferdianherss

SuaraBantenNews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melibatkan puluhan rumah sakit untuk mendukung penuh layanan kesehatan dan medis selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Banten VII 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan penanganan medis yang cepat dan tanggap bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Ketua Panitia Besar (PB) PORPROV Banten VII 2026 sekaligus Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil 33 rumah sakit di wilayah Tangsel, baik milik daerah maupun swasta.

“Kami kemarin meminta komitmen mereka untuk sama-sama membantu hajat besar kita semua, menyukseskan PORPROV ini dari sisi medis dan kesehatannya,” ujar Pilar saat memberikan keterangan pada Kamis (24/9/2026).

Pilar menegaskan, fasilitas pelayanan kesehatan ini tidak hanya terbatas bagi para atlet yang bertanding. Layanan medis darurat ini juga dapat diakses oleh official, pelatih, perangkat pertandingan, hingga seluruh panitia yang membutuhkan penanganan medis selama acara berlangsung.

Kerja Sama Lintas Wilayah untuk Cabang Selancar

Selain menggerakkan puluhan rumah sakit di dalam kota, PB PORPROV Banten VII juga memperluas jaringan medis hingga ke wilayah Kabupaten Lebak. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan medis pada cabang olahraga selancar.

“Fasilitas kesehatan disiapkan se-Tangsel, ditambah satu rumah sakit di Malingping, Lebak. Hal ini karena ada cabang olahraga selancar yang akan berlangsung di wilayah Bayah, sehingga kami perlu bekerja sama dengan rumah sakit setempat,” jelas Pilar.

Soroti Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Atlet

Di samping kesiapan fasilitas fisik rumah sakit, PB PORPROV juga fokus membahas mekanisme penanganan cedera atlet saat bertanding, terutama terkait pemanfaatan BPJS Ketenagakerjaan. Pilar menyoroti pentingnya solusi perlindungan bagi para atlet yang belum terdaftar dalam program jaminan tersebut.

“Kami sedang mencari solusi bersama agar atlet yang mengalami cedera di lapangan tetap bisa ditangani dengan cepat dan maksimal, meskipun di daerah asalnya mereka mungkin belum ter-cover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Pilar mengimbau kepada seluruh kepala daerah di wilayah Banten untuk memberikan atensi lebih terhadap keselamatan para kontingennya. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk kepesertaan jaminan sosial para atlet.

“Saya berharap Bapak Ibu Wali Kota dan Bupati di Banten dapat menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet yang akan bertanding. Ini penting agar jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, penanganan medis mereka dapat berjalan dengan lebih mudah dan baik,” pungkas Pilar.

Reporter | Ferdianherss

LAINNYA