Bupati Tangerang Sisir Lokasi Langganan Banjir di Pasar Kemis, Solusi Permanen Disiapkan pada 2027

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Okt 2026 17:40 18 Wartawan | Mahdi

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Menghadapi musim hujan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau sejumlah kawasan yang rawan dilanda banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026).

Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan saluran air untuk mengurangi risiko genangan yang kerap mengganggu permukiman warga.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis, serta jajaran terkait lainnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian ialah Perumahan Taman Walet di Kelurahan Sindangsari. Di kawasan itu, Maesyal menemui warga dari RW 09, RW 12, dan RW 14 untuk membahas persoalan saluran air yang dinilai belum mampu mengatasi banjir secara optimal.

Menurut Maesyal, keluhan mengenai banjir di kawasan tersebut telah disampaikan warga selama sekitar 15 tahun. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mempercepat penanganan melalui langkah yang memungkinkan dilakukan dalam perubahan anggaran, sementara kebutuhan penanganan lanjutan direncanakan masuk dalam anggaran 2027.

“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” kata Maesyal.

Ia menuturkan, pembenahan saluran di Taman Walet akan mengacu pada penanganan yang sebelumnya dilakukan di Perumahan Taman Elok. Pekerjaan tersebut mencakup pembersihan hambatan, pengerukan, dan normalisasi saluran untuk memperlancar aliran air.

Maesyal juga meminta warga mendukung proses penataan saluran agar penanganan dapat berjalan sesuai rencana. Ia menilai, kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat diperlukan, terutama jika terdapat hambatan di sekitar saluran yang harus ditertibkan.

“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” ujarnya.

Rombongan kemudian mendatangi Perumahan Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi 2, Kelurahan Kutabumi. Kedua kawasan tersebut turut menjadi perhatian karena terdapat saluran dan tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga menyebabkan air masuk ke rumah warga.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa saat hujan deras, Pemkab Tangerang melakukan pembenahan infrastruktur drainase, mulai dari normalisasi dan pelebaran saluran hingga pembangunan turap serta pemasangan sheet pile sebagai penguat struktur.

“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” tutur Maesyal.

Di kawasan Teluk Jakarta, DBMSDA telah memperlebar saluran air yang semula memiliki lebar sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter. Pekerjaan normalisasi juga telah dilakukan, disertai pembangunan turap dan rencana pemasangan *sheet pile* untuk memperkuat saluran.

Selain Pasar Kemis, pemerintah daerah turut memetakan penanganan banjir di sejumlah kawasan lain, di antaranya Binong, Kali Sabi, dan Sukadiri. Pelaksanaan pekerjaan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas di masing-masing wilayah.

Adapun persoalan banjir yang berkaitan dengan sungai-sungai besar membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Pemkab Tangerang terus berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten untuk membahas penanganan Sungai Cimanceri dan Cidurian.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas saluran air dan memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, terutama di kawasan permukiman yang selama ini terdampak genangan saat musim hujan.

LAINNYA