Beranda CILEGON Dua Elemen Masyarakat Cilegon Tanggapi Positif Debat Publik Paslon

Dua Elemen Masyarakat Cilegon Tanggapi Positif Debat Publik Paslon

0
BERBAGI
Deni Juweni (Ketua Umum BMPP) dan Jajat Sudrajat (Ketua Muda TPMP)
Deni Juweni (Ketua Umum BMPP) dan Jajat Sudrajat (Ketua Muda TPMP)

CILEGON (SBN) — Debat publik empat pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon tahap pertama akan berlangsung besok, Sabtu (21 November 2020) pukul 14.00–16.30 WIB di stasiun iNews, Jakarta.

Deni Juweni, Ketua Umum Banten Monitoring Perindustrian dan Perdagangan (BMPP) Provinsi Banten, menilai acara debat publik bertema “Indistri untuk Semua” yang diselenggarakan KPU itu sangat mendidik. Selain itu, acara tersebut juga bisa menjadi patokan bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya nanti.

“Saya menilai debat ini sangat bagus, apalagi temanya soal industri. Dan masyarakat akan menilai bagaimana para paslon mempresentasikan tanggung jawabnya terhadap dunia industri dan tanggung jawabnya terhadap dampak lingkungan kepada masyarakat,” kata Juweni di kediamanya, Jumat (20 November 2020).

Pria yang akrab disebut Kang Jen ini melihat peran industri di Kota Cilegon belum memprioritaskan masyarakat. Sebaliknya, justru hanya segelintir pihak yang menikmatinya. Buktinya adalah angka pengangguran yang tinggi di Kota Cilegon.

“Aneh kalau Kota Industri tetapi peringkat penganggurannya kedua tertinggi di Banten. Kemudian juga masih banyak warga yang miskin. Berarti ada yang salah kontrol dan pemanfaatannya oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Juweni berharap masyarakat dapat menjadikan apa yang disampaikan para paslon sebagai patokan untuk memilih. Masyarakat juga dapat mengukur kecerdasan serta tanggung jawa para paslon nanti terhadap masyarakat dan lingkungan.

Jajat Sudrajat, Ketua Ormas Transportasi Pembela Merah Putih (TPMP) Markas Daerah Kota Cilegon mengatakan transportasi harus menjadi perhatian bagi paslon saat debat nanti karena transportasi adalah sarana utama pendistribusian hasil industri.

Jajat juga melihat jalan protokol dan JLS merupakan bukti bahwa kendaraan berat industri menjadi penyebab utama kerusakan jalan tersebut.

“Kita melihat jalan-jalan utama rusak karena muatan yang berlebihan sehingga masyarakat sebagai pengguna juga banyak yang kecelakaan karena jatuh dan sebagainya,” katanya.

Dengan adanya debat nanti mereka (paslon) harus bisa mempresentasikan dan menjawab soal pengendalian sarana dan prasana transportasi itu, baik laut maupun darat.

“Mereka (paslon) harus siap membuat regulasi dan langkah-langkah antisipasi agar transportasi darat maupun laut dapat berdampak baik terhadap masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.

Jajat juga menilai sejauh ini regulasi soal transportasi yang kelebihan muatan dan ukuran belum tertangani dengan maksimal. (Wawan/Atm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here