Tangsel Art Festival 2025 Ditutup Meriah, Produk Kreatif Tangsel Dinilai Kompetitif

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 20:00 363 Redaksi | Atma

TANGSEL (Suarabantennews.com) – Setelah berlangsung selama empat hari, Tangsel Art Festival 2025 yang digelar Dekranasda Kota Tangerang Selatan di Bintaro Jaya Xchange Mall 1 resmi ditutup pada Minggu (23/11/2025). Suasana penutupan berlangsung meriah dengan kehadiran para pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta jajaran perangkat daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan festival. Ia menilai antusiasme pelaku UMKM maupun masyarakat memperlihatkan bahwa produk kreatif Tangsel makin diterima dan dibanggakan selama pelaksanaan festival pada 20–23 November 2025.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pelaku UMKM yang sudah memperlihatkan hasil karya yang saya kira tidak kalah dengan produk-produk luar negeri. Saya kira ini bisa menjadikan suatu kebanggaan,” ujar Aziz.

Festival menampilkan karya terbaik dari para pelaku UMKM, mulai dari fashion, kerajinan tangan, pangan, hingga beragam produk kreatif lainnya yang kualitasnya dinilai bersaing dengan produk luar negeri.

Aziz menyampaikan bahwa festival tahun sebelumnya membukukan transaksi omset mendekati Rp400 juta. Tahun ini, angka tersebut berpotensi terlampaui karena tingginya minat dan transaksi dari para pengunjung.

Berangkat dari capaian tersebut, ia berharap festival dapat membuka pasar baru bagi UMKM sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri agar terus lahir inovasi dari kreativitas anak-anak Kota Tangsel.

“Dengan ini akan ada terbukanya peluang pasar baru bagi para UMKM atau IKM. Produk lokal Tangsel juga semakin dipercaya, dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Tangsel, Truetami Ajeng, menegaskan bahwa Tangsel Art Festival kini menjadi ruang bertumbuhnya kreativitas dan peluang bagi produk lokal agar mampu menembus pasar lebih luas. Ia menekankan bahwa festival bukan sekadar pameran, tetapi bagian penting dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif Tangsel secara berkelanjutan.

“kami melihat semakin banyak karya UMKM Tangsel yang tidak hanya kreatif, tetapi juga kompetitif. Festival ini mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, peluang bisnis, dan jejaring baru. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus mendorong produk lokal naik kelas,” tuturnya.

Ajeng juga mengapresiasi antusiasme publik yang memadati festival sepanjang empat hari serta dukungan beragam pihak, mulai dari pemerintah, komunitas kreatif, pengelola mal, hingga sponsor kegiatan. [SBN]

LAINNYA