Polisi Amankan 18 CCTV untuk Ungkap Penyebab Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, Puslabfor Temukan Tabung Gas Etilen

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Okt 2026 17:04 21 Wartawan | Mahdi

TANGERANG SELATAN (Suarabantennews.com) – Polisi mengamankan sekitar 18 kamera pengawas atau CCTV dari lokasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Rekaman tersebut akan dianalisis untuk membantu mengungkap penyebab ledakan yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) petang.

Pengamanan CCTV dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri saat olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Kamis (15/10/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imron Ermawan, mengatakan belasan CCTV itu diambil dari sejumlah titik, termasuk bagian dalam bangunan yang terdampak ledakan. Polisi turut mengamankan perangkat perekam untuk menelusuri rekaman yang tersimpan.

“Kurang lebih ada 18,” kata Imron saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Imron, rekaman tersebut akan diperiksa untuk mengetahui kondisi di sekitar lokasi sebelum ledakan terjadi. Hasil pemeriksaan juga diharapkan dapat membantu penyidik mendalami apakah peristiwa tersebut terjadi akibat faktor ketidaksengajaan atau terdapat unsur kesengajaan.

“Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” ujarnya.

Imron menegaskan, hingga kini penyidik belum menetapkan penyebab pasti ledakan. Proses penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan Polres Tangerang Selatan, Puslabfor Bareskrim Polri, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring, mengungkapkan sejumlah barang ditemukan saat pemeriksaan di lokasi. Di antaranya tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, dan sebuah dinamo.

“Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen,” kata Jakaria.

Temuan tersebut masih diteliti untuk mengetahui kaitannya dengan sumber ledakan. Tim forensik juga berencana memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo guna mendalami kemungkinan adanya kerusakan yang dapat memicu percikan api.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Jakaria menyebut dugaan lokasi pusat ledakan mulai mengarah ke sebuah ruangan yang digunakan untuk proses pematangan buah pisang atau refine

“Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan yang ruangan refine itu, refine untuk mematangkan buah pisang,” paparnya.

Meski demikian, Jakaria menegaskan hasil pemeriksaan tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab ledakan. Tim masih membutuhkan pemeriksaan teknis lebih lanjut terhadap sejumlah temuan di lokasi.

Hingga Kamis (15/10/2026), sebanyak 13 orang tercatat menjadi korban ledakan tersebut. Dua orang meninggal dunia, sementara 11 korban lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

LAINNYA