Dinsos Tangsel Ajak 40 Anak Terlantar Belajar Profesi di KidZania

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Nov 2025 15:02 284 Redaksi | Atma

TANGSEL (Suarabantennews.com) — Sorak riang dan tawa anak-anak memenuhi area keberangkatan saat 40 anak terlantar dari Kota Tangerang Selatan bersiap mengikuti kegiatan eduwisata ke KidZania Jakarta, Rabu (26/11/2025). Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kota Tangsel.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan, Heli Slamet, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar mengajak anak-anak bertualang ke tempat rekreasi. Pemerintah Kota Tangsel, melalui Dinsos, ingin membuka ruang bagi mereka untuk bermimpi dan melihat peluang baru yang mungkin belum pernah mereka rasakan.

“Nah ini tujuannya memberikan edukasi kepada anak-anak kita yang bisa jadi belum berkesempatan untuk menikmati kegiatan-kegiatan yang seperti dilakukan pada kesempatan ini,” ujarnya.

Peserta eduwisata terdiri atas 18 anak laki-laki dan 22 anak perempuan dari panti atau lembaga binaan pemerintah. Mereka sebelumnya telah melalui asesmen untuk kemudian dititipkan ke lembaga pendidikan formal, termasuk pesantren mitra pemerintah.

Di KidZania, para peserta diperkenalkan pada beragam profesi, mulai dari dokter, pemadam kebakaran, jurnalis, hingga pilot. Heli berharap pengalaman langsung tersebut dapat memacu keberanian mereka dalam merancang masa depan.

“Adanya eduwisata ini mereka akan mendapatkan pengalaman baru, sehingga cita-cita mereka bisa meningkat lagi, potensi mereka lebih meningkat lagi karena melihat hal-hal yang baru,” kata Heli.

Dia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan arahan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, yang menekankan pentingnya menghadirkan akses pendidikan merata bagi seluruh anak di Tangsel, termasuk mereka yang hidup tanpa orang tua atau keluarga lengkap.

“Ini mudah-mudahan bisa mengembirakan anak-anak ya, karena sifatnya belajar dan bermain,” ucapnya.

Program eduwisata sosial ini merupakan kegiatan rutin tahunan, dengan destinasi yang berganti setiap tahun. Heli berharap inisiatif ini dapat menginspirasi kecamatan maupun forum panti agar semakin banyak anak memperoleh manfaat serupa.

“Ini mudah-mudahan juga bisa menginspirasi dan diduplikasi oleh kewilayahan, sehingga kewilayahan juga mengadakan agenda-agenda seperti ini dan yang ikut juga bisa banyak,” tuturnya. [SBN]

LAINNYA