Banten Hasilkan 8.126 Ton Sampah per Hari, MRF Bintaro Jaya Hadirkan Terobosan Pengelolaan Sampah di Banten

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Nov 2025 12:38 327 Redaksi | Atma

TANGSEL (Suarabantennews.com) — Provinsi Banten tengah menghadapi tekanan lingkungan yang makin berat akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Di tengah situasi itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan perlunya sistem pengelolaan sampah modern berbasis ekonomi sirkular sebagai solusi yang tidak bisa ditunda.

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni saat meresmikan Material Recovery Facility (MRF) milik PT Jaya Real Property Tbk Bintaro Jaya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (26/11/2025). Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi pemicu meningkatnya peran sektor swasta dalam pengelolaan sampah di Banten.

Gubernur menyebut Banten menghasilkan total 8.126 ton sampah setiap hari. Dari jumlah itu, hanya 13,4 persen atau sekitar 1.092 ton yang dapat dikelola secara memadai.

Sementara itu, sekitar 3.771 ton sampah masih tertimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menggunakan metode open dumping yang rentan menimbulkan persoalan lingkungan. Selain itu, sebagian sampah lainnya dibakar atau dibuang secara ilegal.

“Oleh karena itu, sistem pengelolaan sampah yang modern dan berbasis ekonomi sirkular, menjadi keharusan,” ungkap Andra Soni.

Gubernur memberikan apresiasi kepada Bintaro Jaya atas langkah konkret menghadirkan fasilitas MRF tersebut. Ia menilai ini merupakan tonggak penting bagi keterlibatan swasta dalam mempercepat modernisasi pengelolaan sampah.

“Fasilitas ini bukan hanya memilah dan memproses sampah menjadi material bernilai ekonomi, tetapi juga menegaskan bahwa sektor swasta memiliki peran signifikan dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah menuju zero waste lifestyle,” tegasnya.

Ia berharap fasilitas ini turut memberikan dampak luas, antara lain menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, memperkuat ekonomi sirkular, dan menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Keberhasilannya, diharapkan ditularkan di lingkungan lainnya,” tambah Andra Soni.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan bahwa beban pengelolaan sampah di wilayahnya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan terbatasnya kapasitas TPA. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh unsur masyarakat.

MRF Bintaro Jaya berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare dan beroperasi dengan prinsip mengolah sampah domestik menjadi material bernilai. Fasilitas ini mampu memproses hingga 60 ton sampah per hari.

Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk, Sutopo Kristanto, memaparkan bahwa melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik, pengolahan dilakukan secara mandiri maupun melalui kerja sama pihak ketiga.

“Fasilitas tersebut dapat menyelesaikan masalah timbunan sampah di kawasan Bintaro Jaya. Tidak ada pembuangan ke TPA atau zero waste, serta tidak ada sampah yang menginap di lokasi MRF ini,” jelas Sutopo Kristanto.

Fasilitas ini dirancang tanpa menimbulkan bau, dan operasionalnya ditunjang peralatan produksi lokal Banten seperti konveyor, mesin pilah organik, mesin cacah, mesin pres, serta mesin pirolisis. MRF ini juga menyerap hingga 100 tenaga kerja lokal untuk operasional sehari-hari. [SBN]

LAINNYA