Maesyal Rasyid Pantau Banjir di 24 Kecamatan Kabupaten Tangerang, Termasuk Jayanti

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Jan 2026 16:24 144 Redaksi | Atma

KAB. TANGERANG (Suarabantennews.com) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/1/26). Dalam kunjungan tersebut, dia tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak.

Kehadiran Bupati Tangerang di lokasi banjir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam dialog bersama warga, Bupati menyampaikan sejumlah usulan penanganan banjir yang disampaikan masyarakat. Usulan tersebut antara lain pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri.

“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan izin serta koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Pemkab Tangerang, kata dia, tetap berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.

“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Wilayah terdampak mencakup 119 desa dan kelurahan dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan Pemkab Tangerang sendiri, tetapi harus melibatkan lintas sektor sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementerian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan.

Dia menambahkan, penyebab banjir tidak hanya persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan, berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu, serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan.

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA