Peringati Hari Desa Nasional, Pemkab Tangerang Luncurkan Mobil Siaga Desa

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Jan 2026 13:17 178 Redaksi | Atma

KAB. TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan kembali komitmennya menjadikan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan bangsa melalui peringatan Hari Desa Nasional yang dirangkaikan dengan Apel Hari Kesadaran Nasional Tingkat Kabupaten Tangerang, Senin (19/1/26).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan dilaksanakan di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Upacara ini diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, 246 kepala desa, serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kehadiran seluruh unsur tersebut disebut sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat peran desa sebagai pilar utama pembangunan daerah dan nasional.

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai pondasi pembangunan bangsa. Desa menjadi ruang tumbuh nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian, sekaligus pusat berkembangnya sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, dan kearifan lokal.

Mengangkat tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, dia menilai tema tersebut sarat pesan filosofis dan strategis karena menegaskan bahwa denyut perekonomian, stabilitas sosial, dan ketahanan pangan nasional bermula dari desa.

“Jika desanya kuat, maka kuatlah Indonesia. Jika desanya mandiri, maka jayalah Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan desa harus menjadi prioritas bersama,” tandas Bupati Maesyal.

Dia menjelaskan, penetapan 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat tekad dan komitmen membangun desa secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Peringatan Hari Desa Nasional ini adalah pengingat bahwa kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Kita dorong peningkatan kapasitas pemerintah desa dan partisipasi masyarakat agar desa-desa di Kabupaten Tangerang makin maju dan mampu menjadi desa terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan desa di Kabupaten Tangerang untuk berani melakukan lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan desa. Menurutnya, desa tidak boleh lagi terpaku pada pola pikir administratif semata, tetapi harus bergerak menuju pengelolaan desa berbasis digital, transparan, dan berkelanjutan memasuki tahun 2026.

“Transformasi digital desa atau Smart Village bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Seluruh desa harus mengoptimalkan pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat mudah mengakses layanan tanpa birokrasi yang berbelit,” ungkapnya.

Selain transformasi digital, dia juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Untuk itu, optimalisasi peran BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih terus didorong sebagai motor penggerak ekonomi desa.

“Kabupaten Tangerang memiliki potensi agrikultur dan industri kreatif yang luar biasa. BUMDes dan koperasi desa harus menjadi penggerak ekonomi agar produk desa mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang turut meluncurkan operasional Mobil Siaga Desa yang difungsikan untuk melayani kebutuhan darurat masyarakat, termasuk akses ke Puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam. Saat ini telah tersedia 132 unit Mobil Siaga Desa dan ditargetkan pada 2026 seluruh 246 desa di Kabupaten Tangerang telah terlayani.

“Mobil Siaga Desa ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, khususnya layanan kesehatan dan kedaruratan. Ke depan, kita targetkan seluruh desa memiliki fasilitas ini,” jelasnya.

Bupati Maesyal juga menegaskan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang akuntabel dan berintegritas. Menurutnya, selain pembangunan fasilitas, transparansi dan tata kelola keuangan desa harus terus dijaga melalui pengawasan dan pembinaan rutin dari kecamatan serta pemerintah kabupaten.

“Dana Desa adalah amanat rakyat. Setiap rupiah harus dikelola secara transparan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik melalui pembangunan SDM, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Menutup amanatnya, dia mengajak seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk terus berinovasi, mendengarkan aspirasi warga, serta menjadi pemimpin yang melayani. Pemerintah Kabupaten Tangerang, katanya, berkomitmen mendampingi dan memberikan apresiasi bagi desa-desa berprestasi.

“Kita ingin desa-desa di Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi penyangga perkotaan, tetapi tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA