Maesyal-Intan Desak BGN Respons Cepat Tindaklanjuti Laporan Masyarakat tentang Pelaksanaan MBG

waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 18:40 106 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh mitranya bergerak cepat serta responsif menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait komposisi maupun kondisi makanan.

Penegasan tersebut disampaikan saat keduanya menghadiri pertemuan evaluasi dan koordinasi Program MBG bersama BGN di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (26/02/26).

“Kami mohon BGN dan seluruh mitra kerjanya termasuk SPPG dan pihak terkait lainnya lebih responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya komposisi dan kondisi makanan program MBG,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Menurutnya, MBG merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa, terutama dalam memutus mata rantai persoalan gizi yang masih menjadi tantangan bersama. Program tersebut bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kualitas generasi penerus benar-benar terjaga dengan asupan gizi yang memadai.

“Jadi makanan yang diberikan itu harus segar, bersih, bebas dari bakteri dan sebagainya sehingga makanan itu bisa dikonsumsi dengan baik dan pastinya akan memberikan kontribusi terhadap gizi anak-anak kita,” tandasnya.

Dia juga menekankan peran SPPG sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program MBG. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen membantu memfasilitasi proses perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi salah satu tanggung jawab SPPG.

“Ada sekitar 170 SPPG telah menjalankan program makan bergizi gratis yang di Kabupaten Tangerang. Terkait dengan proses perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Dinas Kesehatan siap bantu rekomendasinya dan nanti dokumennya dikeluarkan oleh DPMPTSP,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkab Tangerang mendorong pembentukan forum atau koordinator SPPG di tingkat kabupaten guna mempermudah komunikasi serta koordinasi dalam menangani berbagai persoalan di lapangan.

“Kami inginnya SPPG di Kabupaten Tangerang ini harus dibentuk koordinatornya. Koordinatornya siapa, penanggung jawabnya siapa, supaya kami bisa komunikasi,” ujarnya.

Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah turut menyoroti laporan masyarakat yang mengeluhkan komposisi dan kondisi makanan dari dapur SPPG. Dia meminta petugas SPPG menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab penuh sebelum makanan didistribusikan kepada anak-anak.

“Memang di masing-masing dapur SPPG ada ahli gizi yang ditugaskan untuk standby di sana, cuma harus cek lagi apakah makanan kering yang diberikan kepada anak-anak kita, jenis, kondisi dan komposisi gizinya sudah sesuai atau belum. Jangan ada makanan yang berjamur,” ungkap Wabup Intan.

Menurutnya, selain kandungan gizi, aspek rasa dan variasi menu juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kebosanan pada anak-anak sebagai penerima manfaat.

“Hal-hal seperti ini mungkin yang jadi concern saya. Terus, makan bergizi gratis itu kan harus dibarengi dengan rasa yang enak, paling tidak rasa yang bisa diterima oleh anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Deputi BGN Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Iwan Dwi Susanto, menyatakan bahwa MBG merupakan program yang sangat baik dan mulia. Pihaknya meminta seluruh mitra menyiapkan makanan sesuai harga dan kandungan gizi yang telah ditetapkan.

“Tidak ada sedikitpun terpikirkan kita di BGN itu memberikan makanan yang kualitasnya jelek. Jadi kami tidak hanya memberi makan, tidak hanya kita memberi mengisi perut anak-anak, tapi juga multiplier effect-nya,” jelas Iwan. [SBN]

LAINNYA