Buka Studi Tiru Santri Kenduri Ramadan 2026, Wabup Tangerang Dorong Santri Jadi Generasi Kritis dan Berdaya Saing

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Mar 2026 21:00 134 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun jalan, gedung, atau kawasan industri. Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa kualitas manusia menjadi fondasi utama kemajuan daerah.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat membuka kegiatan Studi Tiru Santri Kenduri Ramadan Tahun 2026 yang diinisiasi Akbar Initiative di Ruang Rapat Wareng Gedung Kantor Bupati, Rabu (04/03/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa pembangunan sejati terletak pada pembangunan sumber daya manusia. Menurut dia, generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing sangat dibutuhkan untuk membawa Kabupaten Tangerang makin maju.

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusianya. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga gemar membaca, berpikir kritis, dan berdiskusi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” ujar Wabup Intan.

Dia juga mengingatkan pentingnya memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda, termasuk para santri. Melalui Kenduri Ramadan, para santri tidak hanya mempelajari ilmu agama seperti hadis, tafsir, dan kitab kuning, tetapi juga didorong mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, serta memahami dinamika pembangunan daerah.

“Literasi yang kuat akan melahirkan perspektif yang luas serta keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan,” ungkapnya.

Wabup Intan berharap Kenduri Ramadan mampu memperkuat literasi, pemahaman keagamaan, sekaligus wawasan pembangunan daerah bagi para santri dan generasi muda di Kabupaten Tangerang.

“Terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kenduri Ramadan ini. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi awal bagi adik-adik semua untuk terus menuntut ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Penggagas program Kenduri Ramadan, Subandi Musbah, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diikuti puluhan santri yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Selama 27 hari para santri mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, mulai dari kajian keislaman, literasi, hingga studi tiru ke sejumlah lembaga. Harapannya kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Kabupaten Tangerang yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan luas,” ujar Subandi.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Rafiuddin Akbar, menegaskan bahwa Kenduri Ramadan dirancang tidak semata berfokus pada pembelajaran keagamaan. Program ini juga membekali santri dengan keterampilan literasi dan kreativitas.

“Kami ingin menyiapkan generasi terbaik Kabupaten Tangerang. Karena itu para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menulis, berpikir kritis, hingga memahami bagaimana proses pembangunan daerah,” ungkapnya.

Kegiatan studi tiru tersebut juga menjadi sarana bagi para santri untuk mengenal lebih dekat proses pemerintahan dan pembangunan daerah. Para peserta berdiskusi dengan berbagai narasumber dari pemerintah daerah serta mengunjungi sejumlah institusi guna memperluas wawasan tentang tata kelola pemerintahan dan pembangunan. [SBN]

LAINNYA