KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Puluhan rumah toko (ruko) yang berada di sepanjang Jalan Raya Regency, Desa Gelam Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir pada Senin (9/3/2026).
Genangan air membuat sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut terpaksa menutup sementara tempat usahanya.
Banjir juga menggenangi berbagai barang dagangan di toko kelontong, mulai dari rokok, galon air minum, hingga minuman kemasan yang disimpan dalam kardus.
Kondisi Jalan Raya Regency pun tampak sepi karena tidak terlihat kendaraan yang melintas akibat tingginya genangan air.
Salah satu pemilik toko kelontong, Romlah mengatakan sekitar 50 ruko di sepanjang Jalan Raya Regency terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.
“Jumlahnya sih 50 ruko ada, kalau sekarang sekitar satu meter, kemarin sih 1,5 meter,” paparnya.
Ia menjelaskan kondisi banjir tersebut berdampak besar terhadap pendapatan tokonya yang turun hingga sekitar 80 persen dibandingkan hari normal.
“Biasa Rp3.000.000 sehari, karena banjir sekarang omzet (pendapatan kotor) cuma Rp500.000, cuma cukup buat makan,” katanya.
Romlah juga mengaku mengalami kerugian cukup besar lantaran sebagian barang dagangannya rusak setelah terendam air banjir.
“Ya sekitar Rp10.000.000 sampai Rp15.000.000. Tergantung kerusakan barangnya,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang kelontong lainnya, Sahmila. Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya akibat banjir mencapai sekitar Rp5.000.000.
Sahmila mengungkapkan dirinya baru saja memperpanjang masa sewa ruko untuk berdagang. Namun, belum lama digunakan tempat usahanya kembali terdampak banjir.
“Perpanjang sewa ruko Rp50.000.000 buat satu tahun, baru tiga bulan udah kebanjiran, malah kemarin ketinggiannya sampai 1,5 meter,” ucapnya.