Polda Banten Gandeng Gyokai Indonesia Kompeten Tekan Angka Pengangguran

waktu baca 3 menit
Rabu, 23 Sep 2026 13:30 9 Reporter | Ferdianherss

SuaraBantenNews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Banten resmi menjalin kerja sama dengan PT Gyokai Indonesia Kompeten untuk menekan angka pengangguran yang berimplikasi pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait optimalisasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan program pendidikan vokasi industri di gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (23/9/2026).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan bahwa tingginya angka pengangguran menjadi salah satu pemicu utama kerawanan kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten. Berdasarkan data terkini, tingkat pengangguran di Provinsi Banten mencapai 6,7 persen atau berkisar 650.000 orang.

“Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar Hengki, Rabu.

Hengki menjelaskan, lewat program Poliran yang telah digagas selama dua tahun terakhir, masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap akan diberikan pelatihan kerja. Sementara itu, sinergi dengan PT Gyokai Indonesia Kompeten berfokus pada penyaluran siswa sekolah kejuruan (SMK) langsung ke sektor industri.

Sistem pendidikan yang diterapkan mengacu pada program vokasi formal, dengan porsi 30 hingga 40 persen teori di kelas dan 60 persen praktik langsung di industri. Melalui skema ini, para pelajar dapat mulai berpenghasilan dan magang di sekitar 200 perusahaan yang telah bermitra.

“Sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan. Saat magang satu tahun, mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai dengan UMK atau UMP setempat,” kata Hengki menambahkan.

Hengki menegaskan, PKS ini tidak boleh sekadar menjadi seremonial di atas kertas, melainkan harus diimplementasikan secara berkelanjutan oleh jajaran Polres hingga tingkat kabupaten dan kota.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menyambut baik langkah strategis yang diinisiasi oleh Polda Banten. Pemerintah Provinsi Banten mengakui bahwa penyumbang angka pengangguran terbesar di wilayahnya justru datang dari lulusan SMK.

“Program pengentasan pengangguran merupakan program prioritas pemerintah pusat maupun provinsi. Program vokasi dari PT Gyokai Indonesia Kompeten ini akan segera kami tindak lanjuti bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja agar bisa langsung diimplementasikan secara luas di Banten,” tuturnya.

Sementara itu, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, memastikan komitmennya untuk memfasilitasi pelatihan hingga penyaluran kerja bagi masyarakat. Teguh mengungkapkan bahwa tidak ada persyaratan atau sarana khusus yang menyulitkan bagi masyarakat yang ingin bergabung, selama mereka berada di usia produktif.

“Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada sarana (syarat khusus) tertentu buat masyarakat yang ingin masuk ke sini. Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” kata Teguh.

Meski demikian, Teguh menjelaskan ada mekanisme baku yang harus dilalui oleh setiap pendaftar untuk memastikan kesesuaian fisik dan kompetensi sebelum diterjunkan ke industri.

“Cuma memang ada mekanismenya. Mulai dari mendaftar di sini, pengecekan fisik seperti tinggi badan dan berat badan, lalu mengikuti rangkaian tes, hingga wawancara (interview). Setelah wawancara selesai, baru dilakukan penempatan kerja,” pungkas Teguh.

Melalui integrasi program Poliran dan pelatihan vokasi ini, pemerintah daerah dan kepolisian berharap link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri di Banten dapat berjalan lebih optimal guna memotong rantai pengangguran.

Reporter | Ferdianherss

LAINNYA