KOTA CILEGON (Suarabantennews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memastikan penumpang KMP Batumandi yang mengalami kebakaran di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, pada Selasa (20/10/2026), mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pemerintah daerah terus memantau kondisi para penumpang, termasuk mereka yang membutuhkan pelayanan medis setelah berhasil dievakuasi dari kapal.
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait, mulai dari pengelola pelabuhan hingga instansi yang menangani keselamatan transportasi.
Andra menyampaikan hal itu setelah mengunjungi lokasi evakuasi penumpang di Mal Sosoro, Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Ia kemudian menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kantor ASDP Merak, didampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, Polri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan Jasa Raharja. Koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan penanganan penumpang serta langkah pemulihan setelah kejadian.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini. Sekaligus, kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah bahu-membahu dan bergerak cepat melakukan evakuasi serta pengamanan di lokasi,” ujar Andra Soni.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebanyak 420 penumpang dan 40 kru KMP Batumandi berhasil dievakuasi dengan selamat. Kapal tersebut diketahui mengangkut 89 unit kendaraan saat insiden terjadi.
Dari ratusan penumpang yang berhasil diselamatkan, sebanyak 16 orang sempat menjalani penanganan medis. Sebanyak 11 orang mendapatkan penanganan di Puskesmas Pulomerak, sementara lima lainnya dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika.
Selain penanganan kesehatan, ASDP juga membantu memfasilitasi kepulangan penumpang. Pemprov Banten memastikan koordinasi pelayanan tetap berjalan agar penumpang yang membutuhkan perawatan dapat memperoleh bantuan lanjutan.
“Kami pastikan koordinasi berjalan intensif. Penumpang yang memerlukan tindakan medis akan terus dikawal agar mendapat pelayanan terbaik sesuai ketentuan,” tegas Andra.
Di sisi lain, Andra mengingatkan operator kapal penyeberangan agar menjalankan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan secara disiplin. Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian dalam penyelenggaraan layanan transportasi laut.
Mengenai penyebab kebakaran, ia meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Proses investigasi diserahkan kepada KNKT dan aparat berwenang.
“Kita serahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT dan pihak berwenang,” tambahnya.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, perusahaan memprioritaskan keselamatan penumpang sekaligus pemenuhan kebutuhan mereka setelah insiden. ASDP bersama Jasa Raharja juga masih mendata potensi kerugian materiil yang ditimbulkan.
Heru turut menyampaikan apresiasi kepada KSOP, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta operator kapal swasta yang terlibat dalam membantu proses evakuasi di perairan Merak.
“Fokus kami saat ini adalah pemulihan kelancaran operasional dan memastikan kebutuhan penumpang terpenuhi. Untuk penyebab insiden, kami mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan oleh KNKT dan kepolisian,” pungkas Heru.