KMP Batumandi Terbakar di Merak, 420 Penumpang Selamat dan 16 Orang Ditangani Medis

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 11:34 21 Redaksi | Rachel

CILEGON – Gubernur Banten Andra Soni memastikan keselamatan dan penanganan kesehatan penumpang menjadi prioritas setelah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi terbakar di sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (20/10/2026).

Andra meninjau kondisi penumpang di titik evakuasi Mal Sosoro, Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Ia kemudian mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, serta sejumlah instansi terkait di Kantor ASDP Merak.

Rapat tersebut melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, Polri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan Jasa Raharja untuk menyelaraskan penanganan setelah insiden.

Berdasarkan data PT ASDP yang disampaikan Gubernur, sebanyak 420 penumpang dan 40 kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Kapal tersebut juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Dari total penumpang, 16 orang mendapatkan penanganan medis, terdiri atas 11 orang di Puskesmas Pulomerak dan lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika. ASDP juga memfasilitasi kepulangan penumpang ke daerah tujuan masing-masing.

Gubernur Banten Andra Soni memastikan kondisi kesehatan penumpang, termasuk anak-anak, di titik evakuasi Pelabuhan Merak usai peristiwa terbakarnya KMP Batumandi. Pihak Pemprov Banten bersama instansi terkait bergerak cepat dalam penanganan medis dan pemulangan penumpang.

Gubernur Banten Andra Soni memastikan kondisi kesehatan penumpang, termasuk anak-anak, di titik evakuasi Pelabuhan Merak usai peristiwa terbakarnya KMP Batumandi. Pihak Pemprov Banten bersama instansi terkait bergerak cepat dalam penanganan medis dan pemulangan penumpang.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini. Sekaligus, kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah bahu-membahu dan bergerak cepat melakukan evakuasi serta pengamanan di lokasi,” ujar Andra.

Ia memastikan Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memantau kondisi penumpang yang terdampak, terutama mereka yang masih membutuhkan pelayanan medis.

Andra juga mengingatkan operator kapal penyeberangan agar semakin disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan.

Terkait penyebab kebakaran, ia meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari KNKT serta pihak berwenang.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan pihaknya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan penumpang dan pemulihan operasional penyeberangan.

ASDP bersama Jasa Raharja juga melakukan pendataan terkait kerugian material akibat insiden tersebut. Heru menyatakan pihaknya mendukung proses investigasi yang dilakukan KNKT dan kepolisian.(rhl)

LAINNYA