Ada yang Produktif hingga Usia 75 Tahun, Lansia Kabupaten Tangerang Jadi Perhatian Serius Pemkab

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 19:08 137 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadikan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat dukungan terhadap kelompok lanjut usia. Mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya”, kegiatan yang digelar Rabu (10/6/2026) itu diarahkan untuk memastikan para lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan berdaya di tengah tantangan era bonus demografi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat.

“Pada intinya, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk para lansia ini agar mereka tetap produktif, tetap beraktivitas, dan senantiasa sehat. Itu adalah poin yang paling penting. Kita patut bersyukur, alhamdulillah, angka harapan hidup di Indonesia rasanya makin hari makin tinggi. Sebagai contoh nyata, mungkin tahun ini kita sudah berada di rata-rata usia 75 tahun. Ini sebuah pencapaian yang sangat luar biasa,” ujar Sekda Soma.

Dia menjelaskan, meningkatnya angka harapan hidup menjadi pencapaian yang membanggakan. Akan tetapi, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena terjadi bersamaan dengan bonus demografi, saat jumlah generasi muda berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Karena itu, menurutnya, diperlukan keseimbangan program pembangunan antar generasi agar kelompok lansia tidak menjadi kelompok rentan, melainkan tetap menjadi bagian penting yang berdaya dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Anak-anak muda kita kan sedang banyak-banyaknya nih hari ini. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Nah, problem utama yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana caranya agar para lansia ini memiliki wadah dan mekanisme untuk tetap produktif dan sehat. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja, melainkan harus distimulasi oleh berbagai ragam kegiatan yang positif secara berkelanjutan,” tegas Sekda Soma.

Lebih lanjut, Soma menekankan bahwa kemandirian lansia tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada kekuatan komunitas yang mereka bangun sendiri. Untuk itu, pemerintah daerah mendorong para lansia bergabung dalam berbagai organisasi dan paguyuban yang dapat menjadi ruang untuk terus berkembang dan beraktivitas.

Beberapa komunitas yang disebutkan antara lain Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) dan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).

“Di samping peran serta yang dijalankan oleh pemerintah daerah, tentu saja para lansia sendiri harus membangun komunitasnya secara mandiri. Komunitas-komunitas seperti tadi yang kita lihat, ada PPI, ada juga Ureda Tama (Wredatama). Nah, melalui wadah komunitas inilah mereka harus terus mengembangkan dirinya dengan berbagai kegiatan yang produktif. Tadi saya mendengar langsung, bahkan ada usaha pertanian di antara mereka. Ada juga yang sekadar berkumpul untuk melaksanakan aktivitas fisik dan sosial yang positif. Saya kira hal-hal seperti inilah yang menjadi jawaban bagaimana para lansia kita harus tetap sehat, dan salah satunya difasilitasi melalui acara seperti hari ini,” tambahnya.

Sekda Soma juga mengingatkan bahwa upaya menjaga kualitas hidup lansia merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pendekatan yang sebelumnya bertumpu pada ketahanan keluarga harus diperkuat melalui kehadiran pemerintah dengan program-program yang terintegrasi.

“Perlu kita camkan bersama bahwa ini bukan hanya tugas internal dari keluarga masing-masing saja. Ini menyangkut bagaimana peran pemerintah daerah juga harus hadir secara nyata di tengah-tengah mereka melalui OPD-OPD terkait. Saya instruksikan instansi sektoral seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta OPD teknis terkait lainnya untuk saling berkolaborasi meluncurkan program jaminan kesehatan, jaring pengaman sosial, serta pemberdayaan yang ramah lansia.,” tutup Sekda Soma.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, penyampaian materi tentang menjalani masa tua oleh narasumber yang kompeten, hingga karaoke bersama.

Melalui momentum tersebut, Pemkab Tangerang berharap sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kemandirian komunitas lansia dapat terus diperkuat guna mewujudkan Kabupaten Tangerang yang ramah lansia serta mendukung terwujudnya Indonesia Berdaya. [SBN]

LAINNYA