Aksi Hijau di Serang: Mangrove Ditanam, Gubernur Ingatkan Jangan Hanya Seremoni

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Nov 2025 19:37 286 Redaksi | Atma

SERANG (Suarabantennews.com) – Upaya konservasi pesisir kembali mengemuka melalui peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Jumat (28/11/2025).

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penanaman mangrove tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus dibarengi pemantauan dan pemeliharaan agar hasilnya benar-benar bertahan.

Pada kegiatan tersebut, Andra menyerukan peran aktif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk ikut mengonservasi wilayah mangrove yang terus menghadapi tekanan lingkungan.

“Saya harap banyak pihak terlibat untuk kembali mengonservasi wilayah mangrove. Tentu kita berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial. Harus ditanam dengan cara yang baik, kemudian setahun kemudian kita tengok kembali,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena yang kerap terjadi, ketika bibit mangrove yang baru ditanam lenyap terbawa arus air hanya dalam hitungan hari.

Menurutnya, kondisi tersebut muncul akibat teknik penanaman yang kurang maksimal serta lemahnya pengawasan pascapenanaman.

“Makanya, setelah penanaman delapan ribu pohon ini, kita harapkan jumlahnya tidak berkurang,” tegasnya.

Andra menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon merupakan ikhtiar sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan hidup.
Dia memaknai aktivitas ini sebagai bentuk ibadah sosial dengan manfaat jangka panjang.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariah yang terus mengalir manfaatnya untuk pelestarian alam dan masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten.

Andra menilai, PLN tidak hanya sukses menyediakan energi listrik dengan rasio elektrifikasi mencapai 99,9 persen di Banten, tetapi juga menghadirkan “energi kehidupan” melalui program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat.

General Manager PLN UID Banten, Muhamad Joharifin, menjelaskan bahwa aksi penanaman mangrove tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pantai serta memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.

“Lokasi penanaman dipilih berdasarkan prioritas pertahanan keanekaragaman hayati dan keselamatan manusia. Adapun jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata,” jelas Joharifin.

Ia menegaskan bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi ekologis penting.
Mulai dari melindungi garis pantai, mencegah abrasi dan intrusi air laut, hingga menyediakan ruang berkembang biak bagi biota air.

“Selain menyerap karbon, kawasan mangrove juga bisa menjadi sumber pangan serta potensi kawasan wisata dan rekreasi bagi masyarakat,” pungkasnya.[SBN]

LAINNYA