Pembangunan Tol Serbaraja Sudah 60 Persen, Nilai Investasi Diperkirakan Rp15 Triliun

  • Whatsapp
Berita Banten, Berita Banten Hari Ini, Berita Banten Terbaru, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tangerang Hari Ini, Kabupaten Tangerang Terbaru, Peristiwa, Peristiwa Hari Ini, Peristiwa Terbaru, Berita Viral, Berita Viral Hari Ini, Berita Viral Terbaru: Pembangunan Tol Serbaraja Sudah 60 Persen, Nilai Investasi Diperkirakan Rp15 Triliun
Ilustrasi pembangunan jalan tol (Sumber: ekonomi.bisnis.com)

KABUPATEN TANGERANG (SBN) — Pembangunan akses tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) pada seksi 1A sepanjang 5 kilometer diklaim sudah mencapai 60 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur PT Trans Bumi Serbaraja, Dony Martadisata, saat dihubungi wartawan, Jumat 24 Desember 2021.

Read More

“Realisasi pembangunan akses tol dari Serpong Tangerang Selatan ke Balaraja Kabupaten Tangerang saat ini sudah mencapai 60 persen,” ucap Dony

Ia menjelaskan, proses pembangunan jalan tol yang menghubungkan wilayah Serpong dan Balaraja itu akan dilakukan secara bertahap.

Kata dia, Seksi 1A mulai dibangun pada tahun 2019. Sedangkan seksi 1B dengan panjang 5 kilometer pembangunannya dimulai pada November 2021.

“Mulai dari pengerjaan seksi 1A yang kini tengah dilakukan pemasangan jembatan Cisadane, kemudian pembangunan jalan layang (overpass) raya Serpong, pembangunan badan jalan tol dan pemasangan dinding penahan tanah sepanjang 2 kilometer,” terangnya

Dony melanjutkan, adapun secara keseluruhan panjang pembangunan ruas tol Serbaraja tersebut mencapai 40 kilometer.

Dengan rincian diantaranya seperti seksi 1A sepanjang 5 kilometer, seksi 1B sepanjang 5 kilometer, seksi 2 sepanjang 12 kilometer dan seksi 3 sepanjang 18 kilometer.

“Untuk nilai total investasinya untuk menggarap ruas tol Serpong-Balaraja ini menghabiskan anggaran sekitar 15 triliun,” ungkapnya

Ia menambahkan, dalam proses pembangunannya ruas tol tersebut juga mengalami beberapa kendala seperti soal pembebasan lahan yang mana cukup memakan waktu lama.

Hal itu, kata dia, menghambat pada proses pembangunan itu sendiri.

“Proses pembebasan makan waktu cukup lama, sehingga menghambat konstruksi. Kenaikan nilai tanah, menambah investasi (membengkak),” pungkasnya (Khi)

Wartawan

Related posts