BPBD Kota Tangerang Bersiap Hadapi Puncak Curah Hujan, Simulasi Evakuasi Digelar

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Des 2025 16:59 292 Redaksi | Atma

KOTA TANGERANG (Suarabantennews.com) – Serangkaian bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga Aceh, menjadi pengingat serius bagi Kota Tangerang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi di berbagai wilayah tersebut. Katanya, “Atas nama Pemerintah Kota Tangerang, kami turut prihatin dan berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah. Kejadian ini mengingatkan bahwa bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di Kota Tangerang.”

Mahdiar menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat perlu diperkuat, terutama menjelang akhir tahun ketika ancaman bencana hidrometeorologi meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangerang bersama lintas sektor akan menggelar Apel Siaga Bencana pada 10 Desember mendatang. Kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel serta menguji koordinasi penanganan darurat.

Dalam apel tersebut, pemerintah akan menggelar simulasi penyelamatan dan evakuasi banjir. Mahdiar menjelaskan bahwa banjir masih menjadi ancaman terbesar di Kota Tangerang sehingga seluruh petugas harus memahami alur penanganan di lapangan. Katanya, “Simulasi ini penting agar seluruh petugas memahami alur penanganan, sekaligus memastikan koordinasi berjalan optimal saat kondisi darurat terjadi.”

Selain banjir, Pemkot Tangerang turut menyoroti ancaman kebakaran, gempa bumi, serta potensi dampak Megathrust dan Sesar Baribis yang berada di wilayah selatan Jakarta. Fenomena itu dapat memengaruhi sebagian kecil wilayah Kota Tangerang. Katanya, “Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan.”

BMKG sebelumnya merilis peringatan bahwa Desember berpotensi menjadi puncak curah hujan, termasuk di wilayah Tangerang.

Merespons hal tersebut, Pemkot Tangerang berencana membahas penetapan Siaga Hidrometeorologi sebagai strategi administrasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Di luar kebijakan pemerintah, Mahdiar mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan keluarga sebagai garda terdepan penyelamatan saat terjadi bencana. BPBD Kota Tangerang mendorong pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana, edukasi kebencanaan ke sekolah-sekolah, serta penyebaran informasi melalui media sosial.

Mahdiar berharap masyarakat menyiapkan tas siaga bencana, daftar nomor darurat, serta pemahaman dasar mengenai cara menyelamatkan diri. Katanya, “Warga diharapkan memiliki tas siaga bencana, daftar nomor darurat, dan pemahaman dasar tentang langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.”

Ia menambahkan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam penyelamatan awal. Katanya, “Riset global menunjukkan bahwa penyelamatan pertama ketika bencana terjadi lebih banyak berasal dari keluarga dan masyarakat sekitar, bukan dari petugas. Karena itu, masyarakat memiliki peran sangat penting,” tutup Mahdiar.[SBN]

LAINNYA