Bupati Maesyal Rasyid Resmikan Greenhouse dan Panen Perdana Melon di Desa Sodong

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Jan 2026 19:27 162 Redaksi | Atma

KAB. TANGERANG (Suarabantennews.com) – Lahan negara yang sebelumnya terbengkalai di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, kini berubah menjadi pusat pertanian produktif. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Greenhouse sekaligus melakukan panen perdana budidaya melon hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Rabu (7/1/26).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Sodong dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan secara produktif.

Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sodong yang bersama BPD dan BUMDes mampu mengelola lahan negara menjadi area pertanian bernilai ekonomi. Menurutnya, lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini telah menghasilkan beragam komoditas pertanian.

“Alhamdulillah, hari ini kami diundang oleh Pak Lurah Sodong dalam rangka peresmian Greenhouse sekaligus panen melon. Ternyata bukan hanya melon, tetapi juga ada cabai, jagung, dan timun. Ini luar biasa karena lahan negara bisa dimanfaatkan secara produktif untuk ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dari hasil panen perdana tersebut, tercatat sekitar 500 buah melon dengan estimasi berat rata-rata 1 kilogram pe buah. Dengan harga jual sekitar Rp25.000 perkilogram, potensi pendapatan dari komoditas melon saja mencapai sekitar Rp12,5 juta.

Ia menambahkan, nilai ekonomi tersebut belum termasuk hasil panen komoditas lain seperti cabai, timun, dan jagung yang juga dikembangkan di kawasan eduwisata agribisnis tersebut.

“Manfaatnya sangat besar bagi kelompok tani. Mereka sudah bisa bercocok tanam, panen, dan memasarkan hasilnya. Ini juga menjadi ladang pendapatan sekaligus tempat wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program kolaborasi ini akan dijadikan percontohan dan direplikasi di desa-desa lain. Setiap desa didorong untuk mengelola lahan sekitar 2 hektar sesuai dengan potensi wilayah masing-masing guna memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa.

“Ini akan menjadi model percontohan. Desa-desa lain, baik di Kecamatan Tigaraksa maupun di kecamatan lainnya, akan diarahkan melakukan hal serupa. Dinas Pertanian nanti juga akan memetakan desa-desa yang perlu disupport, baik dalam bentuk bantuan bibit, pupuk, maupun pendampingan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan program ketahanan pangan di Desa Sodong, mulai dari pemerintah desa hingga PLN melalui program TJSL.

“Terima kasih kepeda Pak Kades, Camat Tigaraksa, BUMDes, BPD dan PLN dengam TJSL-nya yang telah membantu. Semoga maju, sukses dan semoga ini menjadi ladang ibadah dan juga menjadi jembatan untuk mendapatkan kepastian pendapatan,” pungkasnya.

Program ketahanan pangan di Desa Sodong ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari desa. [SBN]

LAINNYA