Bupati Maesyal Rasyid Salurkan Bantuan untuk Keluarga Berisiko Stunting

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Nov 2025 14:56 308 Redaksi | Atma

KAB. TANGERANG (Suarabantennews.com) — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tangerang kembali digencarkan. Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan paket bantuan gizi kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), meliputi calon pengantin, ibu hamil, dan balita di bawah dua tahun (baduta). Penyaluran berlangsung di Aula Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (26/11/25), dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Bupati hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap percepatan penurunan dan pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Maesyal Rasyid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat intervensi gizi dan memastikan program penanganan stunting berjalan konsisten di seluruh wilayah.

“Pemberian bantuan berupa makanan bergizi dan sembako ini dilaksanakan dalam rangka percepatan penurunan serta pencegahan stunting di Kabupaten Tangerang. Melalui bantuan ini, kami berharap angka stunting makin menurun dan tidak muncul kasus baru,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang meraih apresiasi pemerintah pusat berupa insentif fiskal atas keberhasilan melaksanakan program percepatan penurunan stunting.

“Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal. Ini menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting di daerah kita dinilai berhasil. Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.

Bupati menjelaskan paket bantuan yang disalurkan senilai Rp700.000 mencakup bahan pangan bergizi terdiri atas sembilan jenis barang, didanai melalui APBD Kabupaten Tangerang sebagai dukungan pemerintah untuk keluarga berisiko stunting.

“Ada beras, minyak goreng, telur, abon sapi, tepung terigu, agar-agar powder, abon ayam, bakso ikan dan 1 paket masak natura,” imbuhnya.

Ia mengimbau para calon pengantin, orang tua, kader, serta jajaran pemerintah di wilayah untuk terus menjaga konsistensi upaya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap para orang tua terus menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan asupan gizi anak-anak. Melalui gerakan bersama dalam program DASHAT–Dapur Sehat Atasi Stunting, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengokohkan komitmennya untuk mewujudkan Tangerang yang Sejahtera, Sehat, dan Berdaya Saing,” pungkasnya.

Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Muchlis, dalam laporannya menjelaskan bahwa program DASHAT menjadi salah satu strategi penting pemda dalam mempercepat penurunan angka stunting.

“Program DASHAT menitikberatkan pada pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu pasca melahirkan, balita, dan calon pengantin. Program ini tidak hanya mengedepankan pelayanan kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga,” jelas dr. Muchlis.

Ia memaparkan bahwa sejak digagas pada 2023, program DASHAT telah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang. Pada 2025, program ini menyasar 3.312 keluarga berisiko yang menerima edukasi dan bantuan natura.

Pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan paket natura untuk dibagikan ke seluruh kecamatan, dengan target sekitar 3.500 keluarga menerima bantuan serupa pada tahun anggaran berikutnya.

“Program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, memperkuat kepedulian sosial, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya,” imbuhnya. [SBN]

LAINNYA