Bupati Maesyal Rasyid Siapkan 2.000 Paket Sembako Setengah Harga untuk Warga

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Mei 2026 12:31 141 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyediakan 2.000 paket sembako murah bagi masyarakat di Alun-Alun Tigaraksa, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (13/05/2026).

Program yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang tersebut menjadi upaya pemerintah daerah membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli warga.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah.

“Pemerintah daerah senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Terutama dalam situasi kondisi saat ini, kita antisipasi sekaligus merespons kebutuhan masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Disperindag dan juga Dinas Pertanian,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, paket sembako yang harga normalnya sekitar Rp85 ribu dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp43 ribu. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.

“Disperindag menyiapkan sembako yang harga belinya Rp85 ribu, tetapi dijual Rp43 ribu. Jadi ini setengah harga lebih murah dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Paket sembako murah tersebut terdiri atas beras premium 2 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, serta minyak goreng 1 liter.

Selain paket sembako, Dinas Pertanian juga menyediakan berbagai kebutuhan pangan lainnya seperti sayur-mayur hingga produk olahan hasil pertanian dan perikanan dengan harga terjangkau. Bahkan, beras kemasan 5 kilogram dijual hanya Rp17 ribu.

“Ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat Kabupaten Tangerang. Semua kecamatan nantinya mendapatkan giliran,” tambahnya.

Bupati Maesyal juga mengungkapkan frekuensi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ditingkatkan pada tahun 2026. Jika sebelumnya kegiatan tersebut digelar tiga bulan sekali pada 2025, kini pelaksanaannya menjadi dua bulan sekali.

“Tahun 2025 tiga bulan sekali, sekarang tahun 2026 kita tambah menjadi dua bulan sekali. InsyaAllah kalau kemampuan keuangan daerah memungkinkan, tahun 2027 bisa sebulan sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Lanjut dia, sebanyak 2.000 paket sembako disediakan dalam kegiatan tersebut dengan harga tebus yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran.

“Harga normal paket sembako sekitar Rp85 ribu, namun masyarakat cukup menebus dengan harga Rp43 ribu,” jelasnya.

Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok.

Salah seorang warga, Nurjanah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program sembako murah tersebut. Dia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan dan jumlah paket yang disediakan dapat ditambah.

“Saya harap bisa sering-sering diadakan sembako murah dan ditambah jumlah paketnya. Ini sangat membantu ibu-ibu,” ujarnya.[SBN]

LAINNYA