KAB. TANGERANG (Suarabantennews.com) – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan Srikandi PLN dan Yayasan Baitul Maal PLN Banten bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan RS Mayapada mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.
Apresiasi tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peluncuran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil rentan selama 120 hari di Gedung Serbaguna Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (18/12/25).
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT PLN, khususnya melalui sinergi Srikandi PLN dan Yayasan Baitul Maal PLN Banten yang telah berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Rumah Sakit Mayapada dalam mendukung upaya percepatan pencegahan stunting,” ujar Wabup Intan.
Menurutnya, stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan, melalui pemberian PMT, sosialisasi, edukasi, hingga pendampingan kepada ibu hamil yang rentan.
“Kesehatan ibu hamil menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Melalui program pemberian PMT lokal kali ini, tidak hanya memberikan bantuan makanan tambahan, tapi juga memberikan edukasi gizi, perhatian, dan pendampingan kepada ibu hamil, khususnya yang berada dalam kondisi rentan,” ungkapnya.
Ia menilai tema kegiatan “Ibu Sehat, Bayi Kuat, Cegah Stunting Sejak Kehamilan” sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas sebagaimana arah kebijakan pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Wabup Intan menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Menurutnya, sumber pangan sehat dapat diperoleh dari kebun sendiri, seperti bayam dan sayur katuk yang memiliki nilai gizi tinggi. Karena itu, edukasi kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan perlu terus ditingkatkan.
“Sebetulnya, kita bisa memanfaatkan apa yang ada di depan mata kita. Murah meriah kalau rajin menanam bayam, sayur katuk, yang nilai gizinya tinggi. Edukasi bagaimana nilai-nilai gizi dari sayur-sayuran, protein nabati, dan protein hewani perlu digalakan,” imbuhnya.
Ia juga berpesan kepada para ibu hamil agar memanfaatkan program PMT dan berbagai program kesehatan lainnya untuk menunjang ketahanan serta kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.
“Jaga kesehatan, perhatikan asupan gizi, dan rutin memeriksakan kehamilan. Karena dari ibu yang sehat akan lahir generasi Kabupaten Tangerang yang kuat dan unggul,” katanya.
Wabup Intan berharap kolaborasi yang telah terbangun tidak bersifat sementara, tetapi berkelanjutan serta mampu menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.
“Saya berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dengan PLN dan mitra kerja yang lain, sehingga semua pihak di Kabupaten Tangerang bisa saling membantu untuk mengentaskan stunting,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Srikandi PLN Banten, Anis Lathifa Widya, menjelaskan bahwa Srikandi PLN merupakan komunitas perempuan karyawati PT PLN yang menjadi bagian dari program Srikandi BUMN. Komunitas ini memiliki visi dan misi meningkatkan peran serta kontribusi perempuan, baik di lingkungan perusahaan maupun dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
“Jadi untuk Kabupaten Tangerang, kami sudah banyak berkolaborasi, dengan dinas-dinas terkait ataupun UMKM yang kami bina agar lebih berkembang lagi,” jelas Anis.
Ia menambahkan, Srikandi PLN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berkolaborasi melaksanakan program yang menitikberatkan pada pencegahan stunting, sejalan dengan fokus pemerintah, dengan salah satu sasaran utama adalah ibu hamil.
“Pada kali ini kami berkolaborasi atau bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk pencegahan stunting, sasarannya adalah ibu hamil. Ibu hamil yang kami sasar ini ada 18 ibu hamil, 10 dari Puskesmas Bojong nangka dan 8 dari Puskesmas Kelapa Dua,” ungkapnya. [SBN]

