Hujan Deras Semalaman, 15 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Terdampak Banjir

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 21:57 138 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Tangerang, Minggu (8/3/26). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah berjalan dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi jajaran perangkat daerah terkait, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Sosial, serta unsur Palang Merah Indonesia (PMI).

Beberapa lokasi yang ditinjau di antaranya Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua; Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug; serta Perumahan Nuansa Mekarsari 2 di Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sejak malam hingga pagi hari.

“Saya mendapat laporan dari Kepala BPBD bahwa ada kurang lebih sekitar 15 kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi dan durasinya cukup lama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BPBD, Dinas Bina Marga, Dinas Sosial, serta PMI langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir.

Bantuan tersebut diberikan terutama kepada warga yang harus mengungsi di masjid maupun balai warga.

Menurut dia, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan terdapat beberapa faktor lain yang turut memicu banjir selain curah hujan tinggi. Di antaranya kondisi pintu air yang tidak berfungsi optimal serta tingginya debit air di Sungai Cilongok yang bermuara ke Sungai Cirarab.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Tangerang menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya dengan menyiagakan pompa air di wilayah yang merupakan daerah cekungan agar air dapat segera dipompa menuju sungai.

“Pompa air akan kita siagakan, terutama di kawasan perumahan yang merupakan cekungan. Jika air tidak dapat mengalir ke sungai maka akan kita pompa menggunakan pompa berdiameter 12 inci seperti yang sudah dilakukan di Bencongan,” jelasnya.

Selain penanganan teknis, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.

Petugas kesehatan dari puskesmas telah disiagakan, termasuk ketersediaan obat-obatan, tempat tidur bagi lansia, serta selimut. Bantuan logistik berupa beras, mi instan, sarden, dan minyak goreng juga telah disiapkan.

Pemerintah daerah juga akan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa bagi warga yang terdampak banjir.

“Tadi sudah disepakati bersama RT dan RW setempat untuk membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan warga yang mengungsi,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkab Tangerang juga menyiapkan langkah penanganan jangka menengah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

Langkah tersebut antara lain pemasangan pompa air tambahan di Bencongan, pembangunan tanggul di Kali Sabi sepanjang sekitar satu kilometer dengan tinggi sekitar 1 meter, serta normalisasi dan pelebaran sungai di wilayah Kadu Jaya yang mengalami penyempitan.

Menyikapi prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam beberapa hari ke depan, dia menegaskan seluruh perangkat daerah terkait telah diinstruksikan untuk tetap siaga dan melakukan langkah antisipasi.

“Saya sudah menginstruksikan para camat, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Bina Marga untuk tetap standby menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kita juga melakukan kerja bakti pembersihan sampah di sungai bersama DLHK serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya.

Selain itu, para camat juga diminta menyiapkan lokasi pengungsian seperti masjid, sekolah, maupun balai warga apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“Semoga tidak terjadi banjir yang lebih luas, namun jika terjadi kita sudah melakukan berbagai upaya antisipasinya,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA