Inisiatif Warga Bukit Nusa Indah Sulap Tong Air Jadi Komposter

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Jan 2026 11:43 104 Redaksi | Atma

TANGSEL (Lensametro.com) – Kepedulian terhadap lingkungan tumbuh kuat di tengah warga Bukit Nusa Indah, Ciputat. Berangkat dari keresahan akan persoalan sampah rumah tangga, warga setempat berinisiatif menyulap tong penampung air menjadi komposter untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

Langkah kreatif tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Komposter digunakan untuk menampung sisa makanan, daun, serta limbah dapur lainnya agar dapat terurai secara alami.

Tak berhenti di situ, warga juga mengembangkan berbagai metode pengelolaan sampah ramah lingkungan. Mulai dari pembuatan lubang biopori hingga perencanaan pembentukan bank sampah untuk menangani sampah non-organik.

Program pengelolaan sampah mandiri ini mencakup tiga RW dengan total 26 RT. Proses pembuatan komposter dilakukan secara gotong royong oleh warga, termasuk para bapak-bapak yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Meski usia tak lagi muda, semangat dan keterampilan mereka dalam menciptakan solusi lingkungan tetap menyala.

Salah satu penggerak kegiatan, Hohan Barazing (60), menyebut inisiatif ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di 3 RW. Ini kita lakukan juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah melakukan pengelolaan sampah,” ujar Hohan saat ditemui di lokasi pada Selasa (06/01/2026).

Pengelolaan sampah tersebut dilakukan sepenuhnya secara mandiri dengan biaya swadaya masyarakat. Dengan peralatan sederhana, warga bahu-membahu memotong dan merakit tong penampung air menjadi komposter yang siap digunakan.

Ke depan, hasil penguraian sampah organik dari komposter akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos dan pupuk cair bernutrisi untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.

Hohan menambahkan, program ini juga bertujuan menumbuhkan budaya sadar kebersihan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pihak lain.

“Ini berkonsep dari warga untuk warga. Jadi harus bisa mandiri, nanti kami akan sosialisasikan dan membuat aturan bersama pak RT dan pak RW,” ujarnya.

Pada tahap awal, warga menargetkan pembuatan 40 unit komposter guna memenuhi kebutuhan tiga RW. Setiap unit komposter dibuat dengan biaya sekitar Rp450 ribu yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program ini diharapkan dapat membuka kesadaran bahwa sampah memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Jadi masayrakat juga harus sadar bahwa sampah dan limbah ini juga memiliki nilai ekonomi dan bisa membuat lingkungan sehat. Untuk komposter sendiri nanti bisa menjadi pupuk cair dan pupuk kompos,” tuturnya.

Inisiatif warga Bukit Nusa Indah menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat berjalan efektif melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama. [SBN]

LAINNYA