Maesyal Rasyid Bangga Kabupaten Tangerang Terpilih untuk Kick-Off Nasional Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 12 Mei 2026 17:04 178 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Kabupaten Tangerang mencatat sejarah baru dalam pengawasan pemilu setelah dipercaya menjadi daerah pertama dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang menyelenggarakan Kick-Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

Kegiatan Peluncuran Nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 tersebut digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang, Selasa (12/05/26), dan dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir dalam kegiatan itu mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Bawaslu RI kepada Kabupaten Tangerang sebagai lokasi peluncuran nasional program tersebut.

“Kami bangga dan bersyukur dapat melaksanakan tugas mulia ini, dalam program Pendidikan Pengawas Partisipatif, di mana Kabupaten Tangerang menjadi daerah pertama dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakannya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, kepercayaan dari Bawaslu RI dan KPU tersebut menjadi langkah awal yang baik bagi Kabupaten Tangerang untuk terus menjaga dinamika politik dan iklim demokrasi yang kondusif serta makin dewasa.

Dia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi daerah lain dalam menciptakan penyelenggaraan pemilu yang aman, kondusif, dan bermartabat.

Maesyal menegaskan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bawaslu, KPU, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas demokrasi.

“Koordinasi dan sinergi lintas sektor adalah kunci utama. Saya ingat betul bagaimana komunikasi dan koordinasi yang intensif, bahkan hingga dini hari, dilakukan demi memastikan situasi tetap terkendali tanpa mengintervensi norma hukum yang ada,” ungkapnya.

Dia berharap Program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang mengusung jargon “Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 Yang Bermartabat” mampu melahirkan kader pengawas partisipatif yang berintegritas dan bertanggung jawab dalam menjaga demokrasi.

“Saya berharap program ini para kader pengawas semakin berintegritas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tegasnya, menjaga integritas dan tegaknya demokrasi. Selain itu, literasi politik masyarakat harus diperkuat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau upaya memecah belah persatuan,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menegaskan demokrasi yang sehat dan bermartabat tidak hadir secara instan, tetapi membutuhkan proses panjang serta komitmen seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, pengawasan partisipatif menjadi instrumen penting untuk mempersempit ruang gerak politik uang dan politisasi SARA.

“Pengawasan partisipatif adalah salah satu instrumen krusial untuk mempersempit ruang gerak politik uang dan politisasi SARA. Para Kader Pengawas Partisipatif adalah mata dan telinga yang memastikan setiap suara terjaga demi tegaknya keadilan pemilu,” jelas Lolly.

Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dinilai konsisten memberikan dukungan penuh kepada Bawaslu.

Lolly mengungkapkan meski Kabupaten Tangerang sempat masuk kategori rawan tinggi berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu, kondisi tersebut berhasil dimitigasi berkat kolaborasi yang kuat dan netralitas ASN yang berjalan baik.

Karena itu, Kabupaten Tangerang dipilih sebagai lokasi kick-off nasional yang disaksikan perwakilan dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia.

“Terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memberikan dukungan penuh dan fasilitas demi suksesnya agenda nasional in. Sinergi dan kolaborasi ini diharapkan juga terus menginspirasi daerah lain di seluruh belahan kabupaten/kota lainnya,” ujarnya. [SBN]

LAINNYA