Panen Perdana Bawang Merah Varietas Batu di Tangsel Cetak Hasil Positif

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 16:12 151 Redaksi | Atma

KOTA TANGERANG SELATAN (Suarabantennews.com) — Keberhasilan panen perdana bawang merah varietas Batu di Kota Tangerang Selatan membuka harapan baru bagi pengembangan pertanian perkotaan. Hasil panen tersebut sekaligus menunjukkan potensi penggunaan pupuk bio-organik berbasis mikroba yang mampu mendukung pertumbuhan bawang merah secara optimal di wilayah dataran rendah.

Panen hasil demplot bawang merah varietas Batu tersebut digelar bersamaan dengan Pasar Murah Hasil Bumi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Selasa (9/6/2026).

Panen perdana itu mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Menurutnya, keberhasilan budidaya tersebut menjadi kabar menggembirakan karena bawang merah selama ini dikenal lebih cocok ditanam di wilayah dengan ketinggian tertentu.

Melalui penggunaan pupuk Arktivate, bawang merah varietas Batu ternyata mampu tumbuh dengan baik di Tangerang Selatan dan menghasilkan ukuran umbi yang lebih besar.

“Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah seperti kita karena ketinggiannya, namun dengan pupuk ini produksinya bagus sekali. Bawangnya lebih besar,” ujar Benyamin.

Dia menilai inovasi teknologi pertanian perlu terus didorong untuk menjawab berbagai keterbatasan lahan serta kondisi geografis yang dihadapi daerah perkotaan.

Melihat hasil yang menjanjikan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT BioArk Global Pte. Ltd. melalui DKP3 guna mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.

Jika hasil uji coba lanjutan terus menunjukkan perkembangan positif, pupuk Arktivate akan diproduksi dalam jumlah lebih besar dan didistribusikan kepada masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel,” ucapnya.

Benyamin menjelaskan, saat ini uji coba masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Sementara itu, pengembangan pada komoditas lain seperti cabai masih akan dikaji lebih lanjut berdasarkan hasil evaluasi demplot yang sedang berjalan.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan bahwa Arktivate merupakan produk yang dikembangkan di Singapura dengan kandungan mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil panen.

Selain itu, produk tersebut juga dirancang untuk membantu tanaman menghadapi tantangan perubahan iklim.

“This soil has proven to retain moisture by 20 percent and it also can retain the nutrients by 10 percent, so it can perform much better than the usual organic soil,” jelas Edward.

Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi mikroba tersebut mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen serta menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan pupuk organik konvensional.

Kemampuan tersebut dinilai dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan meningkatkan produktivitas hasil panen di berbagai kondisi lingkungan.[SBN]

LAINNYA