Pelajar SMP di Tangsel Jadi Korban Bully Hingga Didiagnosis Lumpuh, Dindikbud Klaim Sudah Mediasi

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Nov 2025 19:50 760 Redaksi

KOTA TANGSEL-, Seorang pelajar SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Penyebabnya, pelajar berinisial MH (13) itu diduga menjadi korban perundungan atau bullying di tempat dia bersekolah. Korban, diduga mendapat kekerasan dari aksi perundungan itu.

Budiyanto (41), yang merupakan paman korban menuturkan, tindak kekerasan yang dialami korban terjadi pada Senin (20/10/2025). Korban disebut mengalami luka serius di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul oleh teman di sekolah. Bahkan, kata Budiyanto, berdasarkan diagnosis dari dokter, korban mengalami kelumpuhan akibat kekerasan itu.

“Diagnosa dari dokter keponakan saya sudah tidak bisa jalan, terus matanya juga rabun mungkin karena pukulan di kepala itu merembet ke saraf mata,” ujarnya, saat ditemui di kediaman korban, Senin (10/11/2025).

Budiyanto mengungkapkan, sebelumnya keluarga mengaku sempat mendapatkan komitmen dari pihak terduga pelaku untuk menanggung biaya pengobatan. Namun, kesepakatan itu disebut tidak berlanjut tanpa alasan yang jelas dari pihak terduga pelaku.

“Awalnya pihak pelaku menyetujui biaya pengobatan sampai sembuh, tapi sekarang sudah tidak mau lagi bertanggung jawab,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Budiyanto juga menyesalkan, sikap pihak sekolah yang disebut lambat dan terkesan tidak perduli serta tak menunjukkan perhatian terhadap kondisi korban.

“Pihak sekolah pun lepas tangan, tidak mau tanggung jawab sama masalah ini, pernah datang kesini setelah dua hari kejadian tapi setelah itu tidak ada kabar, kemudian baru datang lagi hari ini,” terangnya.

Atas nama keluarga, Budi berharap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel dapat bersikap tegas, dengan cara mengeluarkan terduga pelaku dari sekolah.

“Kalau laporan ke polisi belum ada rencana, cuma kami ingin pihak sekolah ataupun Dindikbud Tangsel mengeluarkan si pelaku dari sekolah,” harapnya.

Kata Budiyanto, tindakan perundungan yang dilakukan terduga pelaku kepada korban bukan hanya sekali. Namun terduga pelaku tidak dikeluarkan dari sekolah.

“Kalau pelaku tidak dikeluarkan, saya minta ponakan saya dipindahkan ke SMP Negeri lainnya,” pungkasnya.

Dimintai tanggapan, Kepala Dindikbud Kota Tangsel Deden Deni, mengklaim telah melakukan mediasi terkait dugaan kasus bullying yang melibatkan siswa SMP Negeri 19 Kota Tangsel. Kata Deden, pihaknya telah mempertemukan orang tua kedua belah pihak dengan pihak sekolah. Serta melibatkan pendamping dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).

“Sudah kami mediasi, masing-masing orang tua sudah ketemu dengan pihak sekolah, ada juga pendamping, ada dari PPA juga, sudah ada. Dan kesepakatan di tanggal 20 Oktober 2025 itu, yang bersangkutan sudah siap membantu biaya pengobatan,” ujar Deden.

Deden menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan korban dan belum memiliki rencana lebih lanjut terkait terduga pelaku bullying.

“Hari ini kita fokus ke anaknya saja, tadi juga kita hari ini baru ngumpul, baru memastikan kondisi anak,” katanya.

Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa pihaknya masih berupaya memastikan apakah insiden tersebut murni bullying atau hanya candaan.

“Karena kalau dibilang bully, kita lagi memastikan dulu, apakah betul dibuli atau memang bercanda atau bagaimana. Kita fokus ke penanganan si anaknya (korban),” tandasnya. (RFH/don).

LAINNYA