Pemkot Tangerang Lepas 59 Relawan Bantu Korban Banjir Sumatera dan Aceh

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Des 2025 21:28 142 Redaksi | Atma

KOTA TANGERANG (Suarabantennews.com) – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Tangerang dengan mengirimkan puluhan relawan dan bantuan logistik bernilai lebih dari Rp1 miliar untuk membantu korban banjir di wilayah Sumatera dan Aceh.

Sebanyak 59 relawan gabungan secara resmi dilepas dalam misi kemanusiaan tersebut pada sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Patio Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (19/12/25).

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, pengiriman relawan dan bantuan ini merupakan bentuk solidaritas nyata dari seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang kepada daerah-daerah yang tengah dilanda bencana.

“Hari ini kita melepas tim yang terdiri dari personel pemerintah daerah beserta lintas komunitas untuk berangkat ke Sumatera. Bantuan ini bersumber dari donasi Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat Kota Tangerang untuk diserahkan kepada saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh,” ujar Sachrudin.

Ia menjelaskan, misi kemanusiaan tersebut akan bertugas hingga kondisi di wilayah terdampak bencana mulai stabil. Seluruh kegiatan didukung penuh oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, keagamaan, serta sosial politik yang turut berpartisipasi dalam penggalangan dana.

“Selain dukungan keluar daerah, Kota Tangerang tetap dalam kondisi waspada melalui Status Siaga Bencana. Pemetaan daerah potensi bencana dan penguatan koordinasi hingga tingkat RT/RW telah diperketat guna meminimalisir risiko di wilayah sendiri,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Mulyani menjelaskan, 59 relawan yang diberangkatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, Baznas, hingga lintas komunitas.

Ia menambahkan, bantuan logistik yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak bagi para korban banjir, seperti terpal, sandang berupa handuk, sarung, dan selimut, serta bahan pangan pokok.

“Kami juga akan membuka dapur umum yang setiap hari akan memproduksi, memasak, dan menyalurkan bantuan makanan ke titik-titik yang membutuhkan. Selain logistik harian, kami juga melihat kebutuhan jangka panjang untuk membantu fasilitas publik seperti sekolah yang terdampak,” tambah Mulyani.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir, mengingat dampak bencana yang dinilai sangat masif. Kerusakan infrastruktur, terputusnya akses jalan, hingga rusaknya sarana ibadah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu. [SBN]

LAINNYA