TANGSEL (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, akselerasi program beasiswa dan pemerataan akses pendidikan terus digenjot untuk mencetak generasi yang kompetitif dan berdaya saing global.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan bahwa sepanjang periode 2024 hingga awal 2026, visi Wali Kota Benyamin Davnie diarahkan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat Tangsel memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah harga mati. Beliau ingin memastikan generasi penerus di Tangsel tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keahlian yang bersertifikasi. Komitmen ini kami wujudkan melalui pemberian BOSDA untuk lebih dari 91.000 siswa dari tingkat TK hingga SMP, serta beasiswa khusus bagi 7.500 siswa SMP dan 2.500 siswa kurang mampu guna memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujar TB Asep Nurdin dalam keterangannya di Ciputat, Selasa (27/1/2026).
Menurut Asep, perhatian Pemkot Tangsel terhadap peningkatan kualitas SDM juga menyasar masyarakat yang sempat putus sekolah. Hal tersebut diwujudkan melalui program Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh lebih dari 500 warga.
Capaian tersebut tercermin dari Angka Partisipasi Sekolah usia 7–12 tahun di Tangsel yang telah mencapai 99,72 persen.
Seiring peningkatan kualitas manusianya, pembangunan infrastruktur penunjang pendidikan dan sosial juga terus dipercepat. Asep menjelaskan, Pemkot Tangsel telah merevitalisasi sarana dan prasarana di 27 sekolah serta membangun ruang kelas baru di sejumlah titik strategis.
Selain itu, ruang interaksi publik turut disiapkan melalui pembangunan Alun-alun Kecamatan Ciputat Timur dan 16 unit Balai Warga sebagai sarana pendukung pertumbuhan sosial generasi muda.
Di sektor kesejahteraan dan kesehatan, kepemimpinan Benyamin Davnie membawa Tangsel mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 84,81 pada tahun 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten dan masuk kategori sangat tinggi secara nasional.
Prestasi ini juga diperkuat dengan keberhasilan Tangsel menurunkan angka stunting hingga meraih juara pertama tingkat Provinsi Banten, serta menekan tingkat pengangguran terbuka melalui program D3, yakni Dilatih, Disertifikasi, dan Ditempatkan.
“Proyeksi kami di tahun 2026, sebagaimana arahan Pak Wali Kota, adalah melakukan penguatan digitalisasi pendidikan dan memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis atau Universal Health Coverage. Kami ingin setiap warga Tangsel merasa didampingi oleh pemerintahnya, mulai dari urusan kesehatan di puskesmas hingga urusan biaya sekolah di perguruan tinggi,” kata Asep.
Hingga awal 2026, Pemkot Tangsel juga telah membangun sanitasi layak di 230 RT untuk menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat. Selain itu, sebanyak 26 unit rumah korban bencana telah dibedah agar kembali layak huni.
Pada sektor ekonomi mikro, sebanyak 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih telah terbentuk. Ratusan produk UMKM juga difasilitasi sertifikasi halal secara gratis guna meningkatkan daya saing ekonomi kerakyatan.
“Memasuki 2026, proyeksi pemerintah adalah memperkuat ekosistem digital dalam seluruh layanan publik dan pendidikan. Pak Benyamin Davnie berharap, dengan segala fasilitas yang sudah diberikan—mulai dari beasiswa, layanan kesehatan gratis, hingga sertifikasi keahlian—masyarakat Tangsel memiliki standar hidup yang jauh lebih baik dan mampu bersaing di level internasional,” pungkasnya. [SBN]

