Perpustakaan Sekolah Tak Optimal, Wabup Tangerang Dorong Program Wajib Baca

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Mar 2026 15:56 117 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas perpustakaan di sekolah sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan literasi anak-anak di Kabupaten Tangerang.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka rapat informal antara Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip), Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) di kantor Dinas Perpusip, Kamis (11/03/26).

Menurut Intan, perpustakaan sekolah serta pengelolaan arsip secara digital memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kemampuan literasi generasi muda yang saat ini dinilai belum optimal.

“Keberadaan perpustakaan sekolah dan digitalisasi arsip ini cukup penting peranannya untuk meningkatkan literasi anak-anak yang saat ini belum optimal,” ungkap Wabup Intan.

Dia menjelaskan, hasil survei tim Dinas Perpusip menemukan bahwa sejumlah ruang perpustakaan di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, ada pula yang telah beralih fungsi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat sinergi, terutama dalam memastikan validitas data perpustakaan agar benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Jangan sampai perpustakaan hanya ada di data, tapi fisiknya tidak ada atau sudah alih fungsi. Ini bisa menjadi temuan di kemudian hari jika data yang diinput tidak valid,” tegasnya.

Selain itu, Intan juga mengusulkan adanya kebijakan yang mendorong siswa, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, untuk membaca satu buku setiap bulan. Kegiatan membaca tersebut diharapkan disertai dengan pembuatan resume sebagai bagian dari kurikulum atau anjuran dari pemerintah.

“Boleh tidak, ada aturan dari sekolah agar anak-anak ini dari mulai SD hingga SMP diwajibkan misalnya membaca satu buku untuk mereka bikin resume. Kalau memang memungkinkan, tolong nanti dimasukkan ke dalam kurikulum jadi sudah mulai dibiasakan,” ujarnya.

Upaya lain yang didorong adalah penyelenggaraan kegiatan literasi seperti “Hari Literasi” atau “Hari Gemar Membaca”. Kegiatan ini dapat melibatkan pendongeng khususnya untuk anak-anak tingkat PAUD dan TK.

“Untuk tingkat PAUD dan TK bisa digelar kegiatan Hari Literasi atau Hari Gemar Membaca. Hal ini perlu agar anak-anak terbiasa berinteraksi dengan buku sejak dini dan mulai belajar melakukan presentasi sederhana di depan umum,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Intan juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi sistem pengelolaan arsip dari bentuk fisik menuju sistem digital atau e-arsip di setiap OPD. Langkah ini dinilai akan membuat pengelolaan dokumen lebih efisien dan efektif.

“Sudah saatnya kita beralih ke e-arsip. Kita tidak ingin lagi melihat tumpukan bundelan kertas yang memenuhi ruangan dan akhirnya hanya menjadi sampah,” tandasnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada desa-desa yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan perpustakaan desa atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

“Saya sangat mengapresiasi desa yang telah memiliki ‘Rumah Pintar’ dan berharap model ini bisa semakin banyak direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Tangerang untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan administrasi yang lebih modern, transparan dan teratur,” pungkasnya. [SBN]

LAINNYA