Bahaya! Pemahaman Terhadap Pancasila Turun 12 Persen

  • Whatsapp
PWI-KAB

Tingkat Kepercayaan Pada Pancasila Turun Hingga 12 persen
PANDEGLANG – Supervisor Komunitas Bela Indonesia Pusat Elza Taher mengatakan, ikhtiar untuk kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila di seluruh kalangan masyarakat harus gencar dilakukan. Soalnya kata Elza, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini ada penurunan tingkat kepercayaan penduduk Indonesia terhadap Pancasila hingga 12 persen.
“Penurunan tingkat kepercayaan masyarakat pada Pancasila merupakan hasil riset yang dilakukan Deny JA. Situasi ini sangat membahayakan sehingga kita perlu melakukan upaya mengembalikan sekaligus memperteguh pemahaman terhadap Pancasila,” demikian kata Elza Taher disela-sela penutupan kegiatan pelatihan juru bicara (jubir) Pancasila wilayah Banten di salah satu hotel di Pandeglang, Selasa (25/9).
Pelatihan jubir Pancasila yang diinisiasi KBI kata Elza dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia tak terkecuali di Banten. “Mudah-mudahan ini jadi upaya untuk merekatkan kembali Pancasila yang semakin menurun. Kita melakukan ini atas prakarsa masyarakat. Dengan harapan semakin banyak masyarakat yang menggaungkan kembali Pancasila. Sehingga keresahan yang muncul akibat tindakan kaum intoleran radikal itu bisa kita minimalisir,” jelasnya.
Ditambahkan Elza, KBI sendiri merupakan lembaga independen dan semata-mata ihtiar dari Deny JA. “Dia (Deny JA) kan yang punya lembaga survey. Kata Deny, ada apa dengan negara ini? Karena berdasarkan surveinya membuktikan ada penurunan orang yang mendukung pancasila secara drastis 10 tahun terahr ini hampir 12 persen. Makanya dia mewakafkan diri dan hartanya untuk ikut andil menyelamatkan Pancasila,” tegasnya.
Masih kata Elza, di Indonesia sebenarnya sudah ada BPIP yang dipimpin oleh tokoh-tkoh bangsa. Sayangnya kata Elza sudah hampir 2 tahun ini tidak ada gerakan apa-apa. “Dulu metode menanamkan Pancasila sebenarnya bagus ketika yang memimpin Pak Yudi Latif. Beliau tokoh yang banyak menghasilkan buku-biku Pancasila dankonseptor sosialsiasi Pancasila. Tapi ternyata Yudi tidak tahan karena harus menghadapi birokrasi yang rumit. Sekarang BPIP besar namanya tapi sepertinya orang-orangnya sibuk dan gak punya waktu lagi untuk mengurusi persoalan itu (penurunan Pancasila).”
Sementara itu, Pimpinan Ponpes An-Nizomiyah Labuan Khatibul Umam yang juga panita lokal kegiatan, mengaku senang karena ada pihak yang konsen dalam pengembangan Pancasila. Agus, demikian sapaan Khatibul Umam berpendapat, apa yang dilakukan KBI yaitu melatih jubir Pancasila sangat bermanfaat. “Kami sebagai warga dan pendidik ikut prihatin dengan penurunan kepercayaan pada Pancasila. Untuk itu diperlukan upaya serius dari semua kalangan termasuk mereka berlatih untuk kembali memperteguh pengamalan Pancasila,” jelasnya.

Agus juga mengucapkan selamat karena presidium Jubir Pancasila wilayah Banten sudah terbentuk dengan ketua Muhaemin. “Dengan adanya presidium harus lebih memudahkan koordinasi antar jubir di Banten dalam melaksanakan agenda komunitas,” harapnya. (**)

Wartawan

BANK BANTEN

Related posts

PWI-KAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *