Sebabkan Banjir Bertahun-tahun, Pemkab dan Warga Sepakat Normalisasi Sungai Cirarab Dimulai pada 12 April

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 14:41 116 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Upaya mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah sepanjang Sungai Cirarab di Kecamatan Pasar Kemis mulai memasuki tahap konkret. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama masyarakat menyepakati penataan sungai tersebut melalui musyawarah yang dipimpin langsung Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Musyawarah penataan Sungai Cirarab digelar di Masjid Al-Muhajirin Pasar Kemis, Jumat (10/4/26). Pertemuan tersebut membahas penataan sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak, termasuk warga yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab, menyatakan kesepakatan untuk dilakukan penataan sungai.

“Alhamdulillah, seluruh pihak termasuk masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab telah sepakat. Penataan dan penertiban akan mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 12 April 2026. Semua keputusan ini merupakan hasil musyawarah dan telah dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang ditandatangani bersama,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menjelaskan, musyawarah tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan sebelum bulan Ramadan. Pemerintah Kabupaten Tangerang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan demi kepentingan yang lebih besar, yakni mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keselamatan masyarakat.

Dia juga memastikan pelaksanaan penataan tetap memperhatikan toleransi antarumat beragama. Aktivitas ibadah tetap diperbolehkan berjalan dengan penyesuaian lokasi selama proses penataan berlangsung.

“Kami persilakan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Ini bentuk toleransi kita, tetapi untuk sementara aktivitas di lokasi penataan dapat dialihkan demi kelancaran pekerjaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan penataan Sungai Cirarab akan dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari normalisasi aliran sungai, kemudian dilanjutkan pembangunan turap (sheet pile) setelah normalisasi selesai.

“Normalisasi akan dilakukan terlebih dahulu untuk memperlancar aliran air. Setelah itu, langsung dilanjutkan dengan penurapan. Ini juga sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan menimbulkan ketidaknyamanan.

“Kami mohon maaf apabila ada aktivitas warga yang terganggu selama proses pembangunan. Ini bersifat sementara, dan ke depan kita harapkan lingkungan menjadi lebih aman, tertata, dan terbebas dari banjir,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penataan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Dia mencontohkan dampak nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di Perumahan Tangerang Elok, Pasar Kemis yang mampu meminimalisir banjir.

“Di wilayah Elok, setelah dilakukan penataan, alhamdulillah sudah tidak terjadi banjir. Ini menjadi bukti bahwa upaya, dukungan dan kolaborasi bersama bisa memberikan hasil nyata,” tandasnya.

Musyawarah tersebut turut dihadiri pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Provinsi Banten, Kepala Dinas Bina Marga SDA beserta jajaran, Kepala Dinas Tata Ruang Bangunan, Kepala Dinas Perkim, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang, para camat, lurah, tokoh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi Banten, serta warga yang bermukim di bantaran sungai. [SBN]

LAINNYA