Sungai Cimanceri Hitam Pekat, Diduga Tercemar Limbah Industri

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Sep 2026 20:59 8 Reporter | Ferdianherss

SuaraBantenNews.com – Aliran Sungai Cimanceri di Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, berubah warna menjadi hitam pekat dan diduga kuat tercemar oleh limbah industri. Kondisi ini memicu keluhan dari warga setempat yang selama ini menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada aliran sungai tersebut.

Salah seorang warga, Galih Kurniawan, mengungkapkan bahwa dugaan pencemaran tersebut diperkuat oleh sejumlah bukti dokumentasi. Dokumen-dokumen itu memperlihatkan adanya aliran air dari kawasan industri Millennium yang masuk langsung ke aliran Sungai Cimanceri.

Menurut Galih, dampak penurunan kualitas air ini sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Budi Mulya. Pasalnya, sebagian warga masih memanfaatkan air sungai untuk mandi, mencuci, hingga keperluan peternakan.

“Warga Budi Mulya ini masih menggunakan air Kali Cimanceri untuk mandi, untuk ternak berendam, biasanya juga digunakan untuk mencuci piring atau minum,” ujar Galih saat ditemui pada Jumat (25/9/2026).

Akibat kondisi air yang menghitam, warga kini tidak bisa lagi leluasa memanfaatkannya. Masalah kian pelik saat debit air dari hulu menurun dalam tiga bulan terakhir. Warga terpaksa meminta bantuan suplai air bersih dari berbagai instansi untuk mencukupi kebutuhan mereka.

Galih berharap ada solusi bersama dan kolaborasi nyata antara pihak industri dan masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa merusak lingkungan.

Keluhan serupa disampaikan oleh Ipan, warga Budi Mulya lainnya. Ia menekankan bahwa kualitas air Sungai Cimanceri berpengaruh langsung terhadap mata pencaharian warga, terutama para lansia yang bekerja sebagai petani dan peternak.

Ipan juga mempertanyakan efektivitas serta konsistensi operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan industri tersebut. Ia mengaku melihat perbedaan mencolok pada kualitas air buangan di waktu-waktu tertentu.

“Kalau pagi dan siang memang saya akui jernih dan tidak berbau. Tetapi kenapa ketika magrib ke malam bahkan subuh, air buangan limbah itu berbeda?” kata Ipan.

Ia menduga sistem pengolahan limbah tidak dijalankan secara konsisten selama 24 jam penuh. Guna memastikan sumber pencemaran, Ipan mendesak pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan langsung dari hulu hingga hilir sungai.

“Kalau memang itu bukan diakibatkan dari Kawasan Millennium, kenapa sebelum Millennium airnya jernih? Saya minta tolong kembalikan air Kali Cimanceri yang harusnya tidak terkontaminasi limbah,” pungkasnya.

Reporter | Ferdianherss

LAINNYA