KAB. TANGERANG-, Warga RT 04/03 Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang menggeruduk Kantor Desa Cangkudu, Jumat (14/11/2025). Aksi itu dilakukan karena warga sudah jengkel dengan bau yang diduga ditimbulkan dari aktivitas produksi PT. Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS).
Nampak dalam video, kedatangan warga diterima Kepala Desa Cangkudu Abdullah. Warga menyampaikan keluh kesah mereka atas bau msnyengat yang sudah hampir setahun mereka rasakan.
“Kami menyampaikan masalah bau ke Kades. Karena selama ini dia tidak pernah mau hadir ke masyarakat, selalu lewat perwakilan,” kata salah seorang warga, Mevi.
Mevi mengatakan, kedatangan warga ke Kantor Desa Cangkudu tidak direncanakan. Hal itu terjadi secara spontan karena bau diduga dari PT. BOSS belum juga hilang. Lantaran jengkel, warga pun spontan bersepakat untuk menggeruduk Kantor Desa Cangkudu.
Dikatakan Mevi, awalnya warga tidak peduli, meski Abdullah belum tentu ada di Kantor Desa. Namun saat warga tiba, ternyata ada Abdullah yang hanya menggenakan kaos oblong warna putih bertuliskan “LEVI’S” dengan latar tulisan warna merah.
“Hasilnya Kades mau ketemuan dengan perusahaan. Hasil ketemuan nanti akan di-share ke warga,” ujar Mevi.
Pada pertemuan itu, warga mengadukan dampak bau yang diduga dari PT. BOSS. Dari notula pertemuan yanh beredar, warga mengadu adanya dampak penurunan kualitas kesehatan diduga akibat bau tersebut.
“Di saat ada sidak dari DLHK, perusahaan sengaja menurunkan keceptan produksi yang semula menimbulkan bau 70 persen menimbulkan bau. Pada saat DLHK ada di lapangan untuk tes lab, pihak perusahaan kami tahu menurunkan kecepatan produksi 50 persen,” dikutip dari notula berjudul “SILATURAHMI WARGA TENTANG BAU PT. BOSS”.
Dampak lain yang diadukan warga adalah dampak banjir, bising, serta tentu bau yang disebut warga telah mengganggu kenyamanan serta menyebabkan merosotnya kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cangkudu Denis Heriawan menampik warga menggeruduk Kantor Desa Cangkudu. Dia bilang, warga mendatangi, bukan menggeruduk.
“Mendatangi bukan geruduk. Kalau geruduk kesannya desa tidak menerima,” kata Denis melalui pesan Whats’app.
Denis mengklaim, hal-hal yang diadukan warga akan disampaikan ke pihak perusahaan. Namun dia mengaku belum tahu secara rinci apa saja hasil pertemuan warga di Kantor Desa Cangkudu itu.
“Nanti dikabari lebih lanjutnya,” ujar dia.