Tangsel Perkuat Perlawanan Stunting, 56 Hari Anak Berisiko Dapat Pendampingan

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Agu 2026 15:23 131 Redaksi | Rachel

TANGSEL – Upaya menekan angka stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Salah satunya lewat Program SIGAP Anak Sehat 2026 yang menyasar anak berisiko stunting di Kecamatan Serpong.

Program ini tidak hanya mengandalkan pemberian makanan tambahan. Selama 56 hari, keluarga sasaran juga mendapatkan pendampingan melalui enam puskesmas untuk memastikan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak mendapat perhatian.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan arahan saat peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026. Program ini menyasar anak berisiko stunting melalui intervensi gizi dan pendampingan keluarga

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan arahan saat peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026. Program ini menyasar anak berisiko stunting melalui intervensi gizi dan pendampingan keluarga

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, intervensi sejak dini menjadi langkah penting karena anak-anak saat ini merupakan calon generasi produktif Indonesia pada 2045.

Menurut Benyamin, persoalan stunting tidak boleh hanya dilihat dari kondisi fisik anak. Pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan juga berkaitan dengan perkembangan mental dan kemampuan berpikir.

“Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanan mereka harus seimbang antara tinggi badan, umur, dengan berat badannya. Itu harus kita intervensi dari sekarang,” ujar Benyamin saat peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026, Senin (10/8/2026).

Serpong menjadi salah satu wilayah sasaran karena masih terdapat anak dengan kondisi yang membutuhkan perhatian dalam penanganan stunting.

Pelaksanaan program turut melibatkan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dukungan antara lain datang dari PT Telkom Indonesia wilayah Banten, Srikandi Telkom Group dan Danantara Indonesia.

Benyamin mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dapat memperkuat program pemerintah sekaligus memperluas jangkauan intervensi bagi masyarakat.

Ia berharap kolaborasi melalui TJSL tidak berhenti pada penanganan stunting, tetapi dapat dikembangkan untuk berbagai persoalan kesehatan dan pendidikan di Tangsel.

“Saya berharap ke depan TJSL-nya akan terus diperluas, diperbesar, diperlebar lagi. Bukan saja untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk program-program kesehatan yang lainnya dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan,” kata Benyamin.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Tangsel berharap intervensi gizi dan pendampingan keluarga dapat berjalan lebih optimal sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.(rhl)

Tags: Pemkot Tangsel, Tangerang Selatan, stunting, , , Serpong, kesehatan anak, gizi anak, puskesmas, TJSL, Telkom Indonesia, Danantara Indonesia, Srikandi Telkom Group, , berita Tangsel

LAINNYA