TP Posyandu Kabupaten Tangerang Susun Program 2026, Moch. Maesyal Rasyid Dorong Posyandu Kabupaten Tangerang Makin Kuat dan Terintegrasi

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 18:52 127 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) – Upaya memperkuat peran Posyandu di Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Rapat Penyusunan Program bersama Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Ibis Hotel Kelapa Dua, Rabu (25/2/26), sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan dasar yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan arah kebijakan Posyandu ke depan, seiring terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu yang memperluas cakupan layanan Posyandu.

Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap keberadaan Posyandu agar mampu menghadirkan layanan yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga unggul dalam kualitas.

“Kita ingin Posyandu tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga berkualitas dalam pelayanan. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, regulasi terbaru tersebut menjadi landasan kuat untuk mempertegas posisi Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jika sebelumnya Posyandu lebih berfokus pada kesehatan ibu dan anak, kini cakupan layanannya diperluas menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi lintas sektor.

Bidang layanan itu meliputi kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga perumahan rakyat.

“Keberadaan Posyandu sangat strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, hingga pelayanan dasar lainnya. Dengan Permendagri 13 Tahun 2024 ini, Posyandu harus semakin kuat dan terintegrasi,” ujarnya.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang, Ibu Risma Maesyal Rasyid, menilai transformasi Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan merupakan kebutuhan yang mendesak. Penguatan itu diperlukan untuk mendukung pelayanan dasar secara terpadu dan berkelanjutan.

“Perubahan ini tentu bukan hal yang sederhana. Transformasi Posyandu membutuhkan komitmen dan kerja bersama yang kuat. Untuk itu diperlukan penguatan kelembagaan di semua tingkatan dan sinkronisasi program lintas perangkat daerah,” tandasnya.

Dia berharap forum penyusunan program tersebut mampu melahirkan keputusan konkret agar Posyandu dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Forum ini diharapkan bisa menghasilkan komitmen bersama dan memastikan bahwa Program Posyandu selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, mendukung pencapaian target Standar Pelayanan Minimal serta berkontribusi nyata terhadap penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, menjelaskan bahwa rapat tersebut difokuskan pada penyusunan rencana kerja, indikator capaian, serta langkah-langkah strategis pelaksanaan program Posyandu tahun 2026.

Ia memaparkan, saat ini jumlah Posyandu di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 2.386 unit dengan dukungan 1.625 kader. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang harus diselesaikan bersama agar persentase Posyandu aktif terus meningkat.

“Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan kader aktif yang telah mendapatkan pelatihan, belum optimalnya koordinasi lintas sektor, serta perlunya penguatan dukungan di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya.[SBN]

LAINNYA