Wabup Intan Serahkan Bantuan Gerobak Usaha untuk Perempuan Kepala Keluarga di Kronjo

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Jul 2026 18:10 159 Redaksi | Atma

KABUPATEN TANGERANG (Suarabantennews.com) — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi perempuan kepala keluarga. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan peralatan usaha kepada Wirausaha Baru (WUB) yang digelar di Kantor Kecamatan Kronjo, Kamis (09/07/26).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Program tersebut diinisiasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan PIK 2 melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan PIK 2 yang tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan usaha, tetapi juga menyerahkan peralatan usaha kepada peserta setelah pelatihan selesai.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PIK 2 dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang yang telah menyelenggarakan pelatihan dan bantuan peralatan usaha untuk semua penerima manfaat,” ujar Wabup Intan.

Dia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa delapan set peralatan usaha mi ayam yang diperuntukkan bagi 16 perempuan kepala keluarga yang telah mengikuti pelatihan sebagai bekal memulai usaha kuliner.

“Hari ini jumlah penerimanya ada 16 orang dengan bantuan peralatan usaha sebanyak 8 set. Jadi ada gerobak, ada gas, ada mangkok dan lainnya. Setiap 2 orang penerima manfaat akan berbagi 1 set peralatan usaha,” ungkapnya.

Menurut dia, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan dan banyaknya pelaku usaha yang gulung tikar, para penerima manfaat harus terus berkreasi, berinovasi, serta tidak mudah menyerah agar mampu mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

“Jadi ibu-ibu harus pintar berkreasi dan berinovasi dan tekun agar tidak cepat bosan dan mampu bertahan usahanya. Ini kan boleh selain mie ayam, gerobaknya bisa jual es, mungkin bakso atau jual pangsit. Bisa digabung nih mie ayam dan apa,” tandasnya.

Wabup Intan juga mengingatkan agar bantuan yang diterima dijaga dan dirawat dengan baik. Selain itu, kebersihan dalam menjalankan usaha juga harus menjadi perhatian utama.

“Bantuan ini mohon dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Kalau jualan itu yang penting bersih, kitanya jangan jorok jadi orang juga makan higienis. Ibu-ibu kalau usaha juga harus tekun, pantang menyerah dan jangan mudah bosan,” ujarnya.

Dia juga meminta pemerintah desa ikut memantau sekaligus memfasilitasi penempatan lokasi usaha para penerima manfaat agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.

“Karena penempatannya satu desa, di Desa Pasilian. Pak kadesnya juga harus atur. Jangan berdekatan jualannya, misalnya dekat sekolah dan perumahan atau tempat lainnya, disebar supaya ibu-ibu bisa julan dengan nyaman untuk membiayai anak-anaknya,” tegasnya.

Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi perempuan dan keluarga, agar makin mandiri, berdaya, dan sejahtera.

“Saya berharap hal ini dapat mendorong kerja sama, kebersamaan, dan saling mendukung dalam mengembangkan usaha ke depan. Kita doakan semua penerimaan manfaat ini bisa berhasil bisa memberikan tambahan penghasilan agar para perempuan dan keluarganya semakin mandiri, sejahtera dan berdaya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, mengatakan program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja dan PIK 2 melalui program CSR yang telah memberikan pelatihan sekaligus memberdayakan perempuan kepala keluarga melalui bantuan usaha.

“Bantuan fisik wirausaha baru untuk wanita kepala keluarga ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan dalam rangka membantu meningkatkan perluasan lapangan kerja,” ungkap Rudi.

Dia menambahkan, Dinas Tenaga Kerja akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pelatihan informal sehingga para pesertanya dapat langsung bekerja ataupun membuka usaha sesuai keterampilan yang dimiliki.

“Kemarin kita sudah memberikan pelatihan service AC dan Pak Rio dari PIK 2 sudah memberikan peralatan. Insya Allah, mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut di wilayah lainnya,” imbuhnya. [SBN]

LAINNYA