Wabup Tangerang Tekankan Kolaborasi Pengamanan Idulfitri Lintas Sektoral

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 18:11 148 Redaksi | Atma

KABUPATEN  TANGERANG (Suarabantennews.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M melalui Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (05/03/26).

Dalam kesempatan itu, Wabup Intan menekankan bahwa pengamanan Lebaran tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing instansi. Seluruh unsur harus bekerja secara terintegrasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pengamanan lebaran tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua unsur terkait harus terkoneksi dan terkoordinir menjadi satu. Artinya kita bekerja dalam satu nafas yang sama, yaitu nafas pelayanan kepada masyarakat. Semua harus saling terhubung dan saling menguatkan,” tandas Wabup Intan.

Dia menjelaskan, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Idulfitri menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan kesiapan penuh dari seluruh unsur terkait, termasuk dukungan masyarakat.

“Bagi masyarakat, pemerintah itu satu. Mereka tidak lagi melihat ini kewenangan siapa, itu tugas siapa. Yang mereka inginkan hanya satu hal, hadir atau tidaknya negara ketika mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang tengah terjadi, seperti hujan lebat, angin kencang, serta kemungkinan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius dalam pengamanan Lebaran.

Jalur rawan bencana, kawasan pesisir, serta titik-titik rawan kecelakaan harus menjadi prioritas pengawasan dan langkah mitigasi.

“Kita ingin setiap persoalan bisa diselesaikan cepat, tepat, dan terukur. Jangan sampai ada ego sektoral. Jika ada kendala di lapangan, segera koordinasi. Jika ada potensi kerawanan, segera mitigasi bersama,” serunya.

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026. Seluruh unsur diminta menjalankan tugas dengan tanggung jawab serta semangat kebersamaan.

“InsyaAllah, jika kolaborasi dan sinergi ini kita jaga dengan baik, Kabupaten Tangerang akan tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri. Kita ingin masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk, mudik dengan aman, dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M Indra Waspada menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Maung 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, yakni mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Dia memaparkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13–17 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 24–28 Maret 2026. Adapun perayaan Idulfitri diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026, sementara masa libur sekolah berlangsung pada 16–29 Maret 2026.

Menurutnya, libur panjang Lebaran berpotensi memicu peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan. Pergerakan tersebut diperkirakan terjadi di berbagai titik seperti jalur tol, jalan arteri, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.

“Sebanyak 6 titik utama pengamanan dan pelayanan disiapkan, yakni Pos Terpadu Citra Raya, Pos Yan Rest Area KM 43 dan KM 45, Pos Pam Pasar Gembong, Pos Pam Batavia Pasar Kemis, serta sejumlah pos pantau di lokasi wisata dan pusat keramaian,” jelas Kapolres Andi M Indra Waspada.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polresta Tangerang menyiagakan 184 personel Polri setiap hari. Pengamanan juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana, seperti ambulans, kendaraan patroli, CCTV, drone, serta layanan hotline 110 untuk merespons cepat laporan masyarakat.

Langkah ini juga dilakukan guna mengantisipasi potensi kerawanan kriminalitas, seperti 3C (curanmor, curat, curas), premanisme, penimbunan bahan pokok, peredaran petasan dan minuman keras, hingga kemungkinan konflik sosial.

“Pengamanan difokuskan pada 1.071 masjid, 471 lokasi salat Id, 8 pusat perbelanjaan/pasar, 3 stasiun KAI, 5 terminal/pool bus, 2 rest area utama, serta jalur rawan macet dan kecelakaan,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, perwakilan KAI, pengelola Jalan Tol Jakarta–Merak, Jasa Raharja, serta berbagai instansi terkait lainnya. [SBN]

LAINNYA