Dindik Cilegon Bersiap Terapkan KBM Tatap Muka Jika Sudah Zona Hijau atau Kuning

Share this:

CILEGON (SBN) — Dinas Pendidikan Kota Cilegon mulai merencanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Langkah itu sebagai upaya memanfaatkan status oranye Covid-19 yang sebelumnya Kota Cilegon diplot sebagai zona merah Covid-19. Hal tersebut dikatakan Ismatullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Jumat (16 Oktober 2020).

Meski demikian, menurut Ismat, salah satu syarat dapat diterapkannya KBM itu adalah semua guru yang ada di wilayah tersebut harus menjalani rapid test terlebih dahulu untuk mengetahui aturan protokol kesehatan Covid-19 berjalan atau tidak.

“Rapid tes sebagai syarat dapat dilaksanakannya kegiatan belajar tatap muka,” katanya.

Ismatullah menambahkan, jumlah guru yang akan dilakukan rapid tes yakni sebanyak 3.000 guru. Pelaksanaan rapid itu akan dibagi per kecamatan dan akan dilakukan di gedung eks UPTD. Namun, pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka dapat dilakukan jika Kota Cilegon sudah masuk dalam zona kuning atau hijau.

“Kota Cilegon memanfaatkan situasi oranye, kemudian bersiap diri sehingga ketika sudah berada pada zona Kuning maupun hijau, semuanya sudah siap,” ujarnya.

Sementara untuk skala nasional, menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan kasus anak Retno Listyarti, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2,3% dari 260.000 kasus di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya berharap sekolah hendaknya mempersiapkan diri jika pembelajaran tatap muka akan kembali dibuka.

“Kategori anak berusia 0-18, dari 2,3% itu tertinggi se-Asia Pasifik, Jika kegiatan sekolah dibuka tanpa persiapan maka akan terjadi ledakan lonjakan kasus,” tutupnya. (Wawan/Drk)